Menko Polkam: HGU dan PBPH Wajib Cegah Karhutla
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) harus bertanggung jawab mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanggulangan puncak karhutla 2026 di Graha Marinir, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Ia menekankan bahwa hak pengelolaan bukan hak milik dan harus dijalankan sesuai kewajiban negara.
Tanggung jawab bersama dalam pencegahan
Djamari mengatakan pengendalian karhutla tak lagi sebatas imbauan. Pencegahan harus menjadi kewajiban bersama pemerintah, perusahaan, dan pihak terkait. Ia membagi tanggung jawab menjadi tiga aspek yang saling berkaitan.
- Tanggung jawab moral terkait keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
- Tanggung jawab jabatan melekat pada kewenangan pengelolaan kawasan yang dipercayakan negara.
- Tanggung jawab hukum akan diterapkan bila kesadaran dan kewajiban diabaikan.
"Penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Di dalamnya ada tanggung jawab moral, tanggung jawab jabatan, dan tanggung jawab hukum,"
Menurut Djamari, dua aspek pertama idealnya dijalankan atas dasar kesadaran. Namun jika kesadaran tidak muncul, instrumen hukum siap bekerja. Ia menegaskan bahwa HGU bukan kepemilikan mutlak, melainkan hak negara untuk periode tertentu.
Penegakan aturan dan ancaman sanksi
Pemerintah memberi kesempatan kerja sama dan pendekatan persuasif sebelum memakai instrumen hukum. Meski begitu, pendekatan itu harus diikuti dengan kepatuhan nyata dari pemegang konsesi untuk mencegah kebakaran berulang.
Menanggapi pola kebakaran berulang, Djamari menyatakan bahwa kejadian yang terus berulang bukan kecelakaan melainkan indikasi kurangnya tanggung jawab. Ia memperingatkan bahwa aturan pengendalian karhutla sudah tersedia dan tinggal dijalankan konsisten, terutama saat ancaman kebakaran diperkirakan masih berlangsung.
"Kita belum melewati puncaknya. Artinya, apa yang kita hadapi hari ini bukan puncak yang sedang menurun, melainkan kondisi yang masih akan berlanjut,"
Dasar hukum dan peringatan kementerian
Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026, terbit 31 Agustus, memperkuat larangan membuka lahan dengan cara membakar dan menegaskan pengendalian karhutla di berbagai wilayah. Selain itu, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menegaskan bahwa pemegang HGU wajib memelihara tanah dan mencegah kerusakan. Bila kewajiban diabaikan, HGU dapat dievaluasi, tidak diperpanjang, atau dibatalkan sesuai aturan.
Pembukaan lahan dengan cara membakar juga merupakan tindak pidana menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014, sehingga pemegang hak yang lalai menghadapi konsekuensi pidana dan administratif.
Forum koordinasi dan langkah ke depan
Rapat itu dihadiri 325 pimpinan perusahaan pemegang HGU dan PBPH dari Sumatera serta Kalimantan. Pemerintah memanfaatkan forum ini untuk memperkuat kepatuhan perusahaan menghadapi periode rawan karhutla yang masih berlangsung.
Dengan dasar aturan yang ada dan peringatan tegas kepada pemegang hak, pemerintah berharap tindak lanjut konkrit dari perusahaan untuk menghentikan pola kebakaran berulang pada kawasan konsesi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Korlantas Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau
Korlantas mengimbau warga Jakarta waspadai sebaran abu Anak Krakatau yang dapat ganggu kesehatan dan jarak p...
Pemerintah Siapkan 10 Bandara 24 Jam untuk Pulihkan Penerbangan
Pemerintah siapkan 10 bandara beroperasi 24 jam untuk pulihkan penerbangan terdampak erupsi Anak Krakatau da...
Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Operasional Bus di Kampung Rambutan
Terminal Kampung Rambutan pastikan operasional bus AKAP tetap normal meski Anak Krakatau erupsi; ada lonjaka...
Warga Mulai Beli Masker Antisipasi Abu Vulkanik di Jakarta
Sebaran abu dari Gunung Anak Krakatau mendorong warga Slipi, Jakarta Barat membeli masker dan membersihkan r...
DPR Minta Pengawasan PJJ Diperketat di Wilayah Terdampak Anak Krakatau
Wakil Ketua Komisi X DPR minta pengawasan PJJ diperketat di wilayah terdampak erupsi Anak Krakatau agar kual...
Indonesia Datangkan Kapal Induk dari Italia untuk Tangani Karhutla
Indonesia menerima kapal induk dari Italia yang akan di-refurbish menjadi pangkalan 10 helikopter dan drone...