Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Operasional Bus di Kampung Rambutan
Operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, tetap berjalan normal meski Gunung Anak Krakatau erupsi. Pernyataan ini disampaikan Kepala Pengelola Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnaen, saat diwawancarai pada Senin, 7 September 2026. Hingga kini, semua trayek ke Pulau Sumatra dan Pulau Jawa dilaporkan tidak mengalami gangguan.
Operasional Terminal Tetap Normal
Revi menegaskan bahwa aktivitas erupsi tidak berdampak pada layanan bus AKAP di terminal tersebut. Jadwal keberangkatan dan layanan penumpang berlangsung seperti biasa tanpa pembatalan atau penundaan besar.
"Sampai saat ini erupsi Gunung Anak Krakatau sama sekali tidak memengaruhi angkutan bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan. Seluruh layanan bus AKAP tetap beroperasi normal dan tidak mengalami gangguan akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau,"
Rute yang Tetap Beroperasi
Menurut Revi, bus tujuan ke berbagai kota di Sumatra dan Jawa tetap berlayar normal. Berikut beberapa tujuan yang disebut:
- Lampung
- Padang
- Palembang
- Jambi
- Bengkulu
- Medan
- Aceh
- Berbagai tujuan di Pulau Jawa
Lonjakan Penumpang pada Layanan Premium
Selain operasi yang berjalan normal, Revi mencatat adanya peningkatan penumpang pada beberapa kelas layanan. Peningkatan ini terutama terjadi pada bus dengan fasilitas lebih nyaman.
- Sleeper bus
- Double decker
- Suite class
"Untuk bus yang kelasnya lebih bagus seperti sleeper bus dan double decker, itu malah ada peningkatan jumlah penumpang. Peningkatan jumlah penumpang terjadi pada bus dengan kelas lebih bagus, terutama sleeper bus dan double decker hingga sekarang," ujar Revi.
Revi menduga lonjakan itu dipicu sebagian masyarakat yang memilih beralih dari transportasi udara ke bus AKAP setelah erupsi. Namun, ia tidak menyebut adanya pembatasan rute atau perubahan kebijakan operasional.
Kesimpulan
Hingga pernyataan terakhir, Terminal Kampung Rambutan melanjutkan layanan bus AKAP tanpa gangguan terkait erupsi Anak Krakatau. Penumpang pada layanan premium mengalami peningkatan, yang mengindikasikan pergeseran sementara pilihan moda transportasi. Semua pihak di terminal tetap mengikuti perkembangan situasi untuk menjaga kelancaran operasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kampus Terdampak Abu Krakatau Diizinkan Terapkan PJJ
Kemendiktisaintek mempersilakan kampus terdampak abu Gunung Anak Krakatau menerapkan PJJ; keputusan akhir di...
Perguruan Tinggi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, kata Wamendiktisaintek
Wamendiktisaintek Stella Christie menyatakan perguruan tinggi berperan krusial dalam mendorong inovasi dan p...
Soekarno-Hatta Hari Kedua: 75.236 Penumpang Terdampak
Penutupan Soekarno-Hatta pada 7 Sept 2026 menghentikan 624 penerbangan dan berdampak pada 75.236 calon penum...
Kemdiktisaintek Luncurkan AKPT untuk Perkuat Kepemimpinan PT
Kemdiktisaintek meluncurkan AKPT pada 7 September 2026 untuk memperkuat kapasitas pemimpin perguruan tinggi...
Anak Krakatau Tetap Siaga III meski Erupsi Menerus Berakhir
Erupsi menerus Anak Krakatau berhenti 6 Sep 2026, namun Badan Geologi tetap menetapkan status Level III (Sia...
Penyeberangan Merak Tetap Normal, Penumpang Justru Menurun
Operasional penyeberangan Merak normal pasca-erupsi Anak Krakatau, namun jumlah penumpang menurun dan pemeri...