Nasional

Kemdiktisaintek Luncurkan AKPT untuk Perkuat Kepemimpinan PT

Bagikan:
Peluncuran Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi AKPT oleh Kemdiktisaintek di Jakarta

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meluncurkan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) pada 7 September 2026 di Jakarta. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pemimpin perguruan tinggi agar kampus bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional melalui transformasi institusi dan regenerasi kepemimpinan.

Tujuan dan fokus program

AKPT dirancang bukan hanya sebagai pelatihan teknis. Program ini membangun ekosistem transformasi yang memadukan pembelajaran berbasis bukti dan kolaborasi antarperguruan tinggi. Peluncuran menandai dimulainya Angkatan 1 Tahun 2026 yang melibatkan ratusan peserta dari perguruan tinggi negeri.

Kurikulum berbasis empat pilar

Menurut Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, kurikulum AKPT dikembangkan pada empat pilar utama. Pilar ini menjadi dasar metode instruksional dan materi pembelajaran.

  • Evidence-based Leadership Development
  • Contextually Grounded Leadership
  • Peer Accelerated Learning
  • Impact Oriented Development

Dimensi kompetensi

Keempat pilar tersebut diterjemahkan ke dalam sembilan dimensi kompetensi utama yang menjadi sasaran pengembangan peserta:

  • Kepemimpinan Strategis
  • Good University Governance
  • Kepemimpinan Akademik
  • Kepemimpinan Keuangan
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi
  • Transformasi Digital dan AI
  • Diplomasi dan Jejaring Global
  • Kepemimpinan Berbasis Nilai
  • Pengembangan Talenta Unggul

Rangkaian pembelajaran dan mitra kampus

AKPT Angkatan 1 dilaksanakan dalam lima tahapan pembelajaran yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi terkemuka. Setiap tahap berisi materi intensif dan kolaborasi institusi.

"Kelas Pimpinan diikuti 34 Perguruan Tinggi Negeri dengan 34 peserta. Kelas Future Leader diikuti 34 Perguruan Tinggi Negeri dengan 61 peserta,"

"Tahap yang pertama yaitu Foundation of Higher Education Leadership yang diselenggarakan dengan kolaborasi dengan Universitas Bina Nusantara. Kemudian tahap yang kedua yaitu Strategic University Leadership yang direncanakan akan berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada di bulan September ini,"

"Tahap ketiga yaitu Institutional Transformation and Innovation diselenggarakan berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung di bulan Oktober. Tahap keempat, Global Engagement and Future University direncanakan akan berkolaborasi dengan Universitas Indonesia di bulan Oktober,"

Tahap kelima, Capstone Project and Leadership Residency, direncanakan berlangsung bersamaan dengan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia di Universitas Airlangga.

Implementasi dan ukuran keberhasilan

Antara setiap tahap, peserta diwajibkan menyusun dan menerapkan Action Learning Project atau Proyek Transformasi Institusi. Langkah ini memastikan teori langsung diuji di kampus masing-masing.

"Keberhasilan AKPT tidak semata-mata diukur dari formalitas jumlah modul, kelengkapan presensi, dan lembar sertifikat. Keberhasilan AKPT tercapai jika para peserta dapat melakukan transformasi perguruan tingginya menjadi lebih akuntabel dan transparan,"

Tantangan dan peran pendidikan tinggi

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi menegaskan perguruan tinggi harus bergeser dari orientasi semata pada capaian akademik. Pendidikan tinggi perlu menjadi infrastruktur strategis pertumbuhan yang menyiapkan talenta, teknologi, riset, dan inovasi untuk memperkuat kapasitas produktif nasional.

"Pendidikan ini perlu ditempatkan sebagai infrastruktur strategis pertumbuhan,"

Target pertumbuhan ekonomi delapan persen pada 2029 dan visi Indonesia Emas 2045 menuntut peningkatan kapasitas produktif. Bonus demografi juga menjadi kesempatan, asalkan didukung sistem pendidikan dan SDM berkualitas.

Pada Angkatan 1 Tahun 2026, kelas pimpinan diikuti 34 peserta dari 34 perguruan tinggi negeri, sementara Kelas Future Leader diikuti 61 peserta dari 34 perguruan tinggi negeri. Program kini berlanjut sesuai jadwal kolaborasi antaruniversitas dan evaluasi implementasi lewat proyek transformasi institusi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait