Indonesia Datangkan Kapal Induk dari Italia untuk Tangani Karhutla
Indonesia akan menerima kapal induk bekas dari Italia yang akan di-refurbish menjadi pangkalan helikopter dan drone untuk memperkuat penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 7 September 2026, saat memimpin rapat terbatas bersama kepala daerah.
Kedatangan dan rencana refurbish
Presiden menyebut kapal induk tersebut "sebentar lagi" masuk ke jajaran Angkatan Laut. Rencana pengubahan adalah menjadikannya kapal induk khusus helikopter dan drone.
"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita,"
Proses refurbish akan menyesuaikan kapal untuk menampung operasi helikopter kelas menengah dan platform drone yang dibutuhkan dalam respons bencana.
Spesifikasi operasional: helikopter dan kapasitas air
Presiden menyatakan kapal itu mampu menampung 10 helikopter kelas menengah. Helikopter yang disebutkan antara lain jenis Black Hawk dan Mi-17, yang masing-masing bisa mengangkut empat sampai lima ton air.
"Jadi kalau kita punya 10 helikopter, bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak,"
Dengan armada tersebut, pemerintah berharap kemampuan pemadaman udara menjadi lebih cepat dan tersebar di daerah yang sulit dijangkau darat.
Peran drone dan target kapasitas
Selain helikopter, Presiden juga menekankan pentingnya drone pemadam. Ia menargetkan penggunaan drone berkapasitas besar untuk menyiram titik api. Menurut perhitungannya, 10 drone yang masing-masing membawa volume tertentu dapat menyediakan hingga 500 ton air untuk pemadaman.
Perintah kepada BRIN dan mitigasi bencana
Presiden meminta Badan Riset dan Inovasi (BRIN) mengembangkan inovasi, termasuk drone pemadam dan kajian zat yang efisien untuk percepatan modifikasi cuaca. Instruksi ini disampaikan dalam konteks upaya memperkuat kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.
"Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan."
Konteks bencana: fokus respons nasional
Rapat terbatas membahas berbagai ancaman bencana yang tengah berlangsung, termasuk gempa bumi di Flores (NTT), kebakaran hutan dan lahan, serta erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Presiden mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan The Ring of Fire, sehingga mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi prioritas.
Langkah pengadaan dan modifikasi kapal induk ini dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan nasional dalam merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi, terutama di daerah yang sulit dijangkau darat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...