GATI dan GEMAR: Penguatan Peran Ayah dalam Keluarga
Menteri Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, memaparkan dua inisiatif utama — GATI dan GEMAR — sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam keluarga saat Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam aspek psikologis, moral, dan kebersamaan keluarga.
GATI: Gerakan Ayah Teladan Indonesia
Menurut Wihaji, GATI atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia memberikan layanan untuk meningkatkan kapasitas ayah dalam membangun keluarga harmonis. Program menekankan peran ayah bukan sekadar figur biologis, melainkan juga sosok panutan bagi anak.
Rangkaian layanan yang disebut mencakup konsultasi peran ayah, kelas penguatan, serta pembentukan komunitas yang mendukung praktik pengasuhan positif.
“GATI, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, mulai dari menu-nya, layanan konsultasi tentang ayah. Konsorsium kelas ayah idaman bersama IPI, Ikatan Bidang Indonesia, tentang komunitas ayah teladan,”
Komponen Program GATI
Wihaji merinci beberapa komponen yang menjadi bagian GATI. Komponen tersebut bertujuan memberi ruang belajar dan dukungan praktis bagi ayah di berbagai tingkatan komunitas.
- Layanan konsultasi mengenai peran ayah dan pengasuhan
- Konsorsium kelas ayah idaman bekerja sama dengan organisasi profesi
- Pembentukan komunitas ayah teladan dan desa ayah teladan
- Program sekolah bersama ayah yang melibatkan keluarga dan lembaga pendidikan
GEMAR: Fokus pada Ruang Psikologis
Sebagai pelengkap, Wihaji menyampaikan program GEMAR atau Gerakan Ayah Mengantar Rapat sebagai inisiatif untuk memperkuat perhatian emosional dan psikologis orang tua, khususnya ayah. Program ini memberi kesempatan bagi ayah untuk hadir aktif dalam momen penting anak.
“GEMAR, gerakan ayah mengambil rapot, ini bagian dari mencoba memberikan ruang psikologis perhatian orang tua khususnya ayah. Dan ini tidak hanya ayah tapi juga sosok ayah untuk anak dalam membangun kebersamaan dan moralitas serta psikologis keluarga,”
Dampak dan Langkah Ke Depan
Gabungan GATI dan GEMAR diharapkan memperluas budaya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, memperbaiki hubungan keluarga, dan mendukung perkembangan psikososial anak. Selanjutnya, program akan dijalankan melalui kemitraan kelembagaan dan pilot di komunitas terpilih sebelum skala yang lebih luas.
Implementasi berkelanjutan dan pengukuran dampak menjadi kunci agar inisiatif ini efektif menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya: 1 Tewas, 20 Rumah Rusak
Gempa M6,1 di Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026 menewaskan satu lansia dan merusak 20 rumah serta sejumlah fa...
Kepercayaan Rakyat Jadi Modal Penting bagi TNI di HUT ke-81
Prof. Muradi: kepercayaan publik jadi modal TNI pada HUT ke-81, mendorong profesionalisme dan kedekatan deng...
KOWANI Dorong Pengembangan Bakat Anak dan Penguatan Karakter
KOWANI mendorong pengembangan bakat anak selaras penguatan karakter dan perlindungan, menyusul Anugerah Anak...
Prabowo Pimpin Upacara HUT TNI ke-81 di Mabes TNI Cilangkap
Presiden Prabowo tiba di Mabes TNI Cilangkap 5 Oktober 2026 untuk memimpin upacara HUT TNI ke-81 dan meresmi...
Prabowo Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI, Lima Kodam Diresmikan
Presiden Prabowo jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap, 5 Okt 2026; sekaligus meresmikan lima Ko...
Tanggal 5 Oktober: HUT TNI, Hari Guru, dan Hari Meningitis
5 Oktober 2026 menandai HUT ke-81 TNI, Hari Guru Sedunia, dan Hari Meningitis Sedunia beserta sejarah dan ma...