Sekolah Rakyat Perluas Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu
Sekolah Rakyat hadir sebagai program Kementerian Sosial untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di berbagai daerah Indonesia.
Program ini menargetkan peserta dari kelompok Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data nasional. Pelaksanaan berjalan melalui sekolah berasrama yang memberikan layanan pendidikan, pemenuhan gizi, dan kebutuhan harian siswa.
Target peserta dan cakupan
Sekolah Rakyat difokuskan pada anak yang putus sekolah dan anak yang belum pernah mengakses pendidikan formal. Di Indramayu dan Biak Numfor, program ini sudah berjalan dengan peserta yang berasal dari keluarga rentan.
Di Indramayu tercatat 88 siswa mengikuti program, begitu pula di Biak Numfor yang juga memiliki 88 peserta berasrama. Sasaran utama adalah kelompok Desil 1 dan Desil 2 untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Fasilitas dan layanan yang diberikan
Selain pembelajaran formal, peserta mendapat fasilitas asrama serta pemenuhan kebutuhan harian. Layanan yang disediakan meliputi pendidikan, asupan gizi, dan akses layanan kesehatan dasar.
- Pendidikan formal dan pembinaan karakter
- Fasilitas asrama lengkap
- Jaminan gizi dan layanan kesehatan
Dampak di lapangan
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 Indramayu, Mardiani, mengatakan program itu membuka kembali akses bagi anak-anak yang sebelumnya terputus dari sekolah.
"Alhamdulillah karena dengan adanya sekolah rakyat ini, banyak sekali anak-anak yang putus sekolah dan anak yang belum pernah sekolah juga. Mereka sekarang bisa mengenyam pendidikan di sekolah rakyat, dan bukan hanya saja mendapatkan pendidikan, tapi juga mereka mendapatkan kesejahteraan," kata Mardiani.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 Biak Numfor, Semuel Franklyn Yawan, menilai kehadiran program memberi harapan baru bagi keluarga kurang mampu.
"Hadir sekolah rakyat ini ibarat kita menyalakan kembali harapan. Yang sebenarnya mulai padam atau bahkan sudah padam dari anak kita, bahkan dari keluarga miskin dan miskin mainstream," kata Semuel.
Prospek dan harapan ke depan
Pemerintah berharap program Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga rentan. Tujuan jangka panjang adalah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkelanjutan.
Para pengelola dan tenaga pendidik menyuarakan harapan agar program terus berlanjut dan mendapat dukungan agar lulusan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.
Program ini menjadi salah satu upaya konkrit untuk memastikan hak pendidikan terpenuhi bagi kelompok paling rentan dan memperkuat kebijakan pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Alokasikan Rp883,4 Miliar untuk Stimulus Transportasi Nataru 2026
Pemerintah mengalokasikan Rp883,4 miliar untuk stimulus transportasi Nataru 2026, menjangkau jutaan pengguna...
Pemerintah Gelontorkan Rp2,04 T Stimulus Transportasi untuk Libur Sekolah
Pemerintah mengalokasikan Rp2,04 triliun untuk stimulus transportasi menjelang libur sekolah 2026 dan Nataru...
Prabowo Sedih Kekayaan Indonesia Hilang, Janji Perbaiki Tata Kelola
Presiden Prabowo menyatakan sedih melihat kekayaan Indonesia hilang dan berjanji memperbaiki tata kelola sum...
Presiden Luncurkan BBM B50, Target Swasembada dalam 4 Tahun
Presiden Prabowo umumkan peluncuran BBM B50 pada Juli dan target swasembada BBM dalam empat tahun untuk hent...
Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Polri menggelar ziarah nasional dan tabur bunga di lima lokasi pada 24 Juni 2026, sebagai penghormatan pahla...
Samuel Wattimena Dorong Generasi Muda Bangun Narasi Pariwisata Daerah
Samuel Wattimena mengajak generasi muda membangun narasi pariwisata daerah berbasis kearifan lokal untuk mem...