Legislator: Pariwisata Jangan Hanya Berorientasi Ekonomi
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mengingatkan pengembangan pariwisata tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026, saat ia menekankan pentingnya mengedepankan keragaman budaya dan identitas lokal sebagai kekuatan utama pariwisata Indonesia.
Kekayaan budaya sebagai kekuatan utama
Samuel menilai keunikan setiap daerah adalah nilai jual yang tak tergantikan. Ia mengatakan menonjolkan keragaman Nusantara harus menjadi langkah awal dalam perencanaan pariwisata.
Menurutnya, ketika budaya dan identitas lokal ditampilkan, nilai ekonomi akan mengikuti secara alami. Dengan demikian, fokus awal bukan pada keuntungan jangka pendek tetapi pada penguatan karakter daerah.
Peran generasi muda
Samuel mendorong generasi muda untuk aktif mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal di wilayah masing-masing. Partisipasi generasi muda dianggap penting untuk menjaga serta mempromosikan identitas lokal kepada wisatawan.
Ia menekankan peran generasi muda bukan hanya sebagai pelaku ekonomi, melainkan juga sebagai penjaga dan penerus nilai budaya yang memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Risiko orientasi ekonomi semata
Samuel memperingatkan, bilamana pengembangan pariwisata sejak awal hanya mengejar keuntungan, kebijakan cenderung diarahkan untuk kepentingan bisnis. Kondisi itu berpotensi mengabaikan kekayaan budaya dan karakter lokal yang seharusnya dilestarikan.
"Jangan fokus hanya pada masalah ekonomi, karena ekonomi akan mengikuti. Kita punya objek yang kuat untuk ditampilkan, tapi kalau pendekatannya ekonominya dulu, nanti kita akan menata segala sesuatu untuk keuntungan ekonomi," ujar Samuel saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.
Implikasi dan langkah ke depan
Pesan yang disampaikan menuntut sinergi antara pelaku wisata, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pengembangan pariwisata yang berakar pada budaya dapat meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus menjaga warisan lokal.
Samuel mengingatkan bahwa penguatan identitas lokal perlu berkelanjutan agar menjadi sumber nilai tambah bagi ekonomi masyarakat, bukan sekadar objek eksploitasi jangka pendek.
Dengan menempatkan budaya sebagai pondasi, pariwisata Indonesia berpeluang menawarkan pengalaman unik sekaligus menjaga keberlanjutan sosial dan budaya di tiap daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sekolah Rakyat Perluas Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu
Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial membuka akses pendidikan bagi anak miskin lewat asrama, gizi, dan...
Pemerintah Alokasikan Rp883,4 Miliar untuk Stimulus Transportasi Nataru 2026
Pemerintah mengalokasikan Rp883,4 miliar untuk stimulus transportasi Nataru 2026, menjangkau jutaan pengguna...
Pemerintah Gelontorkan Rp2,04 T Stimulus Transportasi untuk Libur Sekolah
Pemerintah mengalokasikan Rp2,04 triliun untuk stimulus transportasi menjelang libur sekolah 2026 dan Nataru...
Prabowo Sedih Kekayaan Indonesia Hilang, Janji Perbaiki Tata Kelola
Presiden Prabowo menyatakan sedih melihat kekayaan Indonesia hilang dan berjanji memperbaiki tata kelola sum...
Presiden Luncurkan BBM B50, Target Swasembada dalam 4 Tahun
Presiden Prabowo umumkan peluncuran BBM B50 pada Juli dan target swasembada BBM dalam empat tahun untuk hent...
Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Polri menggelar ziarah nasional dan tabur bunga di lima lokasi pada 24 Juni 2026, sebagai penghormatan pahla...