Tiga Klub Top Super League Ganti Pelatih Usai Musim 2025/2026
Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC resmi mengganti pelatih seusai berakhirnya musim Super League 2025/2026. Pergantian dilakukan menjelang persiapan musim depan untuk mengejar target lebih tinggi dan memperbaiki performa tim.
Pergantian di klub-klub papan atas
Pengumuman perubahan pelatih terjadi pekan ini, setelah kompetisi domestik rampung. Pengamat sepakbola Daniel Siahaan menilai langkah manajemen bertujuan menaikkan ambisi dan menata ulang target bagi musim 2026/2027.
“Dari empat tim besar, tiga tim teratas melakukan pergantian pelatih,”
Siapa yang keluar dan masuk
Perubahan nama-nama pelatih meliputi klub besar sebagai berikut:
- Persija Jakarta tidak memperpanjang kontrak Mauricio Souza setelah tim gagal memenuhi target juara.
- Borneo FC resmi berpisah dengan Fabio Lefundes meski finis sebagai runner-up musim ini.
- Persib Bandung melepas Bojan Hodak dari jabatan pelatih kepala; namun ia tetap di klub sebagai penasihat teknis pemegang saham.
Sebagai pengganti di Persib, manajemen menunjuk Igor Tolic yang sebelumnya menjabat asisten pelatih dan telah terlibat saat Persib meraih kesuksesan musim lalu.
“Igor tinggal running saja karena sudah memahami situasi Persib,”
Ambisi Persija dan kendala finansial
Persija dikabarkan ingin memberikan hadiah spesial dengan menargetkan gelar juara pada perayaan ulang tahun Jakarta ke-500. Nama Shin Tae-yong disebut masuk radar untuk kursi pelatih, tetapi peluang itu tidak mudah.
“STY gajinya 1,9 miliar. Apakah Persija mampu?”
Daniel menyoroti bahwa faktor finansial menjadi hambatan utama bagi klub yang ingin merekrut pelatih asing papan atas.
Catatan pengamat: peran pelatih dalam perekrutan
Daniel menekankan pentingnya pelatih terlibat sejak awal proses perekrutan pemain. Ia menilai banyak transfer gagal karena pemain yang didatangkan tidak sesuai kebutuhan tim dan pelatih.
“Alangkah lebih baik jika pelatih sudah ada sebelum rekrutmen pemain dilakukan,”
Menurutnya, keterlibatan pelatih sejak fase perencanaan dapat mengurangi rotasi pemain berlebihan pada putaran kedua kompetisi.
Implikasi dan harapan ke depan
Meski pergantian pelatih tidak menjamin perbaikan instan, perubahan itu menunjukkan ambisi manajemen klub meningkatkan prestasi. Daniel berharap kehadiran pelatih berkualitas, termasuk asing, akan mendorong peningkatan kualitas Super League sehingga kompetisi Indonesia lebih kompetitif di level internasional.
Berita Terkait
Liga Inggris Rilis Pembagian Pendapatan Klub, Arsenal Teratas
Premier League merilis pembagian pendapatan musim ini; Arsenal teratas dengan estimasi £198,7 juta, didorong...
Tiga Tim Indonesia Siap di Grand Finals FFWS SEA 2026
RRQ Kazu, EVOS Divine, dan Bigetron by Vitality wakili Indonesia di Grand Finals FFWS SEA 2026 (30–31 Mei) d...
Fajar/Fikri Melaju ke Semifinal Singapore Open 2026
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke semifinal Singapore Open 2026 usai kalahkan Goh Sze Fei/Nur I...
PSG vs Arsenal: Final Liga Champions di Puskás Aréna 30 Mei 2026
PSG bertemu Arsenal di final Liga Champions 30 Mei 2026 di Puskás Aréna; PSG pertahankan gelar, Arsenal inca...
Ballon d'Or 2024 Digelar di London, Kane dan Yamal Tantang Dembele
Ballon d'Or ke-70 dipindahkan ke London, digelar 26 Oktober; Harry Kane dan Lamine Yamal menantang dominasi...
Wembanyama Jadi Kunci, Spurs Paksa Game Penentuan
Spurs bangkit di gim keenam (29 Mei 2026) di Frost Bank Center; Victor Wembanyama jadi kunci kemenangan dan...