Olahraga

Format Home and Away Dongkrak Penonton IBL 400 Persen

Bagikan:
Tribun penonton saat pertandingan IBL di stadion kandang klub

Indonesian Basketball League (IBL) mencatat lonjakan penonton setelah menerapkan format home and away. Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyampaikan data ini pada forum Indonesia Sport Summit 2026 di JICC, Jakarta, 13 September 2026. Menurut Junas, perubahan format menjadi salah satu indikator bahwa kompetisi bergerak ke arah yang lebih tepat.

Lonjakan penonton dan perluasan jadwal

Junas menyatakan jumlah penonton naik sekitar 400 persen sejak sistem bergeser dari format series ke home and away. Dampak lainnya adalah peningkatan jumlah pertandingan dari sebelumnya 28 laga dalam tujuh hari menjadi sekitar 150 pertandingan per musim. Durasi kompetisi juga memperpanjang menjadi lebih dari 150 hari, sehingga memberi ruang lebih bagi klub untuk berinteraksi dengan suporter.

Sejarah format kompetisi

Kompetisi liga profesional bola basket Indonesia telah berlangsung sejak 2003 dengan format series, di mana seluruh tim bertanding di satu kota. Perubahan model kompetisi mulai diterapkan sejak 2023, memungkinkan klub menyelenggarakan laga kandang dan jauh. Pergeseran ini membawa klub lebih dekat ke basis pendukung masing-masing.

Pengembangan ekosistem dan produk

Junas menegaskan pengembangan IBL tidak hanya soal pertandingan. Liga juga fokus membangun ekosistem basket melalui kerja sama dengan mitra, komunitas, dan sponsor. IBL mengembangkan produk turunan untuk memperkuat industri olahraga dalam negeri.

  • Platform siaran dan konten seperti IBL TV
  • Program pengembangan pemain dan pembinaan usia muda
  • Kolaborasi dengan komunitas dan sponsor lokal

Penonton naik 400 persen dari format series ke format home and away. Ini merupakan indikator bahwa insyaallah kita sudah mengarah ke yang lebih tepat, ujar Junas Miradiarsyah.

Potensi dan target ke depan

Menurut Junas, minat basket di kalangan anak muda berada di atas 80 persen, sehingga potensi pengembangan sangat besar. IBL melihat angka tersebut sebagai modal untuk memperkuat liga, klub, dan produk hak kekayaan intelektual. Langkah ini diarahkan untuk memperkokoh industri basket Indonesia dan memperluas dampaknya pada olahraga nasional.

Ke depan, IBL menargetkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan basket di kawasan Asia Tenggara. Penguatan kompetisi diharapkan berjalan seiring dengan pertumbuhan basis penonton dan ekosistem basket nasional.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait