Olahraga

FFWS SEA 2026 Fall: Thailand Ungguli, Tim Indonesia Masih Cari Ritme

Bagikan:
Ilustrasi kompetisi Free Fire World Series SEA 2026 dengan pemain tim esports di arena

Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall pekan pertama memperlihatkan dominasi tim-tim Thailand, sementara wakil Indonesia belum menemukan ritme terbaiknya. Dari dua pertandingan awal, beberapa tim Indonesia masih harus berjuang untuk mengamankan posisi 12 besar agar lolos langsung ke Phase 2.

Klasemen awal dan sorotan tim

RRQ Kazu menempati posisi kelima dengan 162 poin setelah pekan pertama. Mereka mencatat 114 poin eliminasi—tertinggi di antara wakil Indonesia—meski belum mendapatkan satu pun Booyah.

Posisi RRQ hanya terpaut tiga poin dari juara bertahan, Secret WAG, yang masih menempati peringkat di atas mereka. Di tempat lain, Bigetron by Vitality berada di posisi ketujuh dengan 161 poin.

Performa Bigetron dan ONIC

Bigetron mengemas satu Booyah, 98 poin eliminasi, dan 63 poin placement pada pekan pertama. Kombinasi ini memberi mereka pijakan yang relatif stabil memasuki pekan kedua meski belum menembus lima besar.

ONIC menutup pekan pembuka di peringkat kesembilan dengan 146 poin. Meski membawa pemain baru, POOM, perubahan roster dan persiapan besar belum mampu mendorong mereka ke papan atas. ONIC masih berada di zona 12 besar, tetapi posisinya belum aman untuk mengamankan tiket Grand Finals lebih awal.

Tim debutan dan peluang ke Phase 2

MBR Omega, tim debutan dari Indonesia, tampil menjanjikan dengan finis di peringkat ke-14 dan 118 poin. Mereka juga menjadi tim Indonesia pertama yang meraih Booyah pada pekan ini.

Hasil MBR Omega membuat perebutan slot 12 besar tetap terbuka. Mereka hanya tertinggal tujuh poin dari Twisted Minds (Thailand) yang berada di peringkat ke-12, sehingga peluang mengejar masih realistis menjelang pekan kedua.

Apa yang harus dilakukan tim Indonesia?

Secara umum, beberapa tim harus fokus menjaga konsistensi. RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC perlu mempertahankan atau memperbaiki posisi untuk tetap berada di 12 besar. Sementara itu, MBR Omega dan EVOS Divine harus memanfaatkan pekan kedua untuk memangkas jarak poin dan berupaya lolos ke Phase 2.

Dengan format turnamen yang masih panjang, pekan kedua menjadi penentu bagi tim-tim yang belum aman. Perubahan strategi, manajemen risiko dalam pertempuran, dan peningkatan konsistensi placement akan menjadi kunci bagi wakil Indonesia untuk membalikkan keadaan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait