Mensesneg: Pengunduran Jampidsus Febrie Tak Perlu Keppres
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pengunduran diri Febrie Ardiansyah sebagai Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tidak memerlukan Keputusan Presiden (Keppres). Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.
Alasan tak perlu Keppres
Prasetyo menjelaskan pengunduran diri bersifat pribadi dan merupakan pernyataan dari pejabat yang mengundurkan diri. Oleh karenanya, pengunduran tidak melalui mekanisme Keppres yang dipakai untuk pengangkatan pejabat.
Kalau pengunduran diri tentu tidak menggunakan Keppres karena bersifat pribadi dari yang bersangkutan yang menyatakan mundur dari kapasitas jabatan yang diemban. Jadi tidak menggunakan Keppres
Menurut Prasetyo, Keppres akan diperlukan bila ada pengangkatan Jampidsus baru. Mekanismenya adalah Jaksa Agung menyampaikan usulan nama calon kepada Presiden, lalu Presiden menetapkan melalui Keppres.
Keppres itu nanti akan berlaku dalam konteks apabila ada pengangkatan pejabat Jampidsus baru. Mekanismenya adalah jabatan tersebut diangkat dan ditetapkan oleh Presiden melalui Keppres berdasarkan usulan dari Jaksa Agung
Penunjukan Plt dan proses usulan
Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menunjuk Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jampidsus. Penunjukan ini dilakukan menyusul pengunduran diri Febrie yang terjadi setelah penetapan tersangka.
Namun, Prasetyo menyatakan pemerintah belum menerima usulan resmi dari Jaksa Agung untuk pengangkatan definitif pengganti Jampidsus.
Sampai hari ini kami belum menerima usulan tersebut
Penyidikan dan barang bukti
Febrie Ardiansyah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kasus yang diselidiki terkait beberapa perkara, termasuk batu bara untuk pembangkit listrik, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.
Polisi melakukan penggeledahan di 12 titik. Lokasi yang diperiksa antara lain sebuah kafe dan money changer di Cipete, Jakarta Selatan, serta rumah mewah milik Febrie di Sentul, Jawa Barat.
- Kafe de'Clan, Cipete
- Money changer, Cipete
- Rumah mewah di Sentul, Jawa Barat
- Beberapa lokasi lain terkait penyidikan
Dari penggeledahan, polisi menyatakan konversi uang tunai dan barang bukti signifikan. Satu tersangka pihak swasta berinisial DR juga telah ditetapkan.
| Barang bukti | Jumlah / Nilai | Lokasi |
|---|---|---|
| Uang tunai (konversi) | Rp543 miliar | Berbagai lokasi, termasuk rumah di Sentul |
| Emas | 74 kg | Rumah mewah di Sentul |
Langkah selanjutnya
Pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung untuk pengangkatan Jampidsus definitif. Sementara itu, proses penyidikan terus berjalan dan status hukum Febrie tetap sebagai tersangka.
Perkembangan penanganan perkara dan usulan pengangkatan pejabat akan menentukan langkah administratif berikutnya di tingkat presiden dan kejaksaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...