Olahraga

Antonius Puji Perjuangan Fajar/Fikri, Juara Japan Open 2026

Bagikan:
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri merayakan gelar Japan Open 2026

Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho memuji penampilan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri setelah menjuarai Japan Open 2026, Senin 20 Juli 2026. Pasangan itu merebut gelar Super 750 pertama mereka dengan menaklukkan unggulan pertama Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Antonius menilai kemenangan tersebut berkat permainan rapi dan minim kesalahan.

Apresiasi pelatih

Antonius menunjukkan kepuasan atas kerja keras anak asuhnya di final. Ia menyebut lawan yang dihadapi adalah pasangan nomor satu dunia, sehingga gelar itu terasa istimewa.

"Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open. Istilahnya itu tidak gampang, apalagi lawan di final merupakan unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia."

Kunci kemenangan Fajar/Fikri

Menurut Antonius, kunci kemenangan adalah konsistensi dan minim kesalahan sendiri. Ia menilai kedua pemain mampu menjalankan instruksi taktis sepanjang laga.

"Keduanya bermain sangat bagus dan minim melakukan kesalahan sendiri,"

Pelatih itu menambahkan bahwa Fajar/Fikri fokus mengadu permainan di depan net dan menghindari unforced error. Rotasi posisi juga berjalan baik, sehingga lawan sulit mengambil alih kendali.

"Saya berpesan dari awal untuk mengadu permainan depan dan tidak banyak melakukan unforced error, yang dijalankan dengan baik."

Antonius juga menilai pasangan tersebut bergantian menguasai depan lapangan sehingga memberikan tekanan terus-menerus kepada lawan.

Menatap China Open

Meski gembira dengan gelar di Japan Open, Antonius mengingatkan agar fokus tetap terjaga. Ia menyebut China Open 2026 sebagai turnamen dengan level lebih tinggi, yaitu Super 1000.

"Masih ada China Open, jadi saya berharap mereka tidak hilang fokus karena level turnamennya lebih tinggi,"

Antonius berharap gelar ini bisa menambah kepercayaan diri Fajar/Fikri menjelang kompetisi yang lebih berat tersebut.

Kesimpulan

Kemenangan di Japan Open menjadi tolok ukur penting bagi pasangan muda ini. Dengan arahan Antonius, perbaikan teknis dan mental diharapkan berlanjut sebelum menghadapi tantangan di China Open. Antonius, yang pernah meraih perunggu Olimpiade Atlanta 1996, menaruh harapan besar agar momentum ini berlanjut dan meningkatkan kesiapan tim menghadapi turnamen tingkat tinggi.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait