Keluarga Sungkar Mulai Regenerasi, Rifat: Biarkan El Mayka Tumbuh
Jakarta — Rifat Sungkar resmi melanjutkan program regenerasi motorsport keluarga lewat The Legend Continues, mendorong generasi ketiga, El Mayka, untuk turun lintasan pada 2026 dengan dukungan Telkomsel 5G. Program ini bertujuan meneruskan nilai, disiplin, dan proses pembinaan, bukan menuntut El Mayka meniru karier ayahnya.
Program dan tujuan regenerasi
Program The Legend Continues dimulai pada 2025 dan berlanjut pada 2026 dengan perencanaan lebih matang. Fokusnya bukan sekadar performa di trek, melainkan membentuk karakter, tanggung jawab, dan etos kerja.
Rangkaian pembinaan meliputi latihan teknis, strategi balap, dan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat proses belajar. Selain aspek olahraga, program juga menekankan pentingnya proses dari nol agar pembalap muda memahami perjalanan profesional secara menyeluruh.
Sejarah Rifat dan arti regenerasi
Rifat Sungkar pernah mencetak sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang dikontrak tim balap internasional pada 2007. Kini, ia menyaksikan warisan keluarga berlanjut: dari sang ibu, generasi pertama berkecimpung di dunia balap, ke anak dan cucu yang kini memasuki panggung kompetitif.
Menurut Rifat, regenerasi ini menegaskan bahwa warisan terbesar bukan hanya trofi, melainkan nilai dan proses yang diwariskan antar generasi.
Peran teknologi: Telkomsel 5G
Dukungan Telkomsel 5G disebut akan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembinaan. Teknologi ini memungkinkan analisis data lebih cepat, komunikasi tim yang lebih efektif, dan simulasi latihan yang lebih realistis.
Dengan begitu, pembinaan El Mayka diharapkan berjalan lebih terukur dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Pernyataan Rifat Sungkar
"The Legend Continues bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya. Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses.
El Mayka adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tetapi saya tidak ingin dia hidup di bawah bayang-bayang siapapun. Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar," kata Rifat di Jakarta.
Rifat menegaskan bahwa tujuan utama adalah memberi ruang agar El Mayka berkembang sesuai jalannya sendiri, bukan mereplikasi identitas sang ayah.
Implikasi bagi motorsport Indonesia
Inisiatif keluarga Sungkar menjadi simbol keberlanjutan legacy lintas generasi. Kombinasi nilai tradisi dan teknologi modern berpotensi meningkatkan kualitas pembalap muda Indonesia dan memperkuat ekosistem olahraga motor nasional.
Untuk informasi berita dan artikel terkait, lihat publikasi resmi di Google News. Temukan juga pembaruan pada WhatsApp Channel.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Perawatan Klakson Motor: Penyebab & Cara Memeriksa
Periksa klakson motor secara berkala: cek aki, saklar, dan sambungan kabel agar suara tetap kuat saat dibutu...
OMODA O4: SUV Bergaya Cyber Mecha untuk Anak Muda
OMODA O4 hadir dengan bahasa desain Cyber Mecha, memberi cara baru bagi anak muda mengekspresikan gaya lewat...
Debut Sepang: Dua Pembalap Muda Indonesia Unjuk Gigi
Dua pembalap Bali Queen Racing debu t internasional di Sepang (20–21 Sep 2026); Fiandra catat best time 57,5...
SMK Wiraswasta Cimahi Wakili Jabar di Bootcamp #Cari_Aman
SMK Wiraswasta Cimahi terpilih mewakili Jawa Barat setelah Bootcamp #Cari_Aman Academy 21–22 Sept 2026; DAM...
Harga Mitsubishi September 2026: Destinator, Xforce, Xpander
Daftar harga Mitsubishi September 2026: Destinator mulai Rp402 juta, New Xforce dari Rp380 juta; model lain...
Ramadhipa Finis P2 di Race 1 Moto3 Junior Aragon
Ramadhipa finis P2 di Race 1 Moto3 Junior Aragon (27 Sep 2026), terpaut 0,037 detik dari pemenang dan kini d...