Polres Aceh Timur Lakukan Ekshumasi untuk Ungkap Penyebab Kematian Bayi
Tim Khusus Polres Aceh Timur kembali menggali kuburan bayi perempuan pada Jumat (17/7) untuk kepentingan penyidikan. Ekshumasi itu bertujuan memperoleh bukti medis forensik dan memastikan penyebab kematian setelah jenazah ditemukan mengapung pada Minggu (12/7) di DAS Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim.
Proses ekshumasi dan pemeriksaan forensik
Penggalian ulang dilakukan lima hari setelah pemakaman, dengan penyidik Satreskrim menggandeng tim forensik RSUD Langsa. Pemeriksaan dipimpin oleh Dr. dr. Netty Herawati, M.Ked (For), Sp.FM, MH.
Kasat Reskrim AKP Novrizaldi menyatakan ekshumsi penting untuk mengumpulkan bukti ilmiah yang dapat menjelaskan peristiwa ini.
"Ekshumsi dilakukan untuk kepentingan penyidikan, khususnya memperoleh keterangan medis forensik yang dapat menjadi dasar dalam mengungkap secara utuh peristiwa ini, termasuk memastikan penyebab kematian korban,"
Temuan forensik awal
Hasil pemeriksaan tim forensik menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Temuan mencakup cedera di lengan kanan dan pada kedua paha bayi.
"Disamping itu dr. Netty selaku ketua Tim Forensik menyebutkan kematian bayi (korban–red) disebabkan unsur kesengajaan. Ada unsur kesengajaan meninggalnya korban (bayi-red),"
Selain itu, tim medis memperkirakan persalinan bayi berlangsung normal di usia sembilan bulan. Dr. Netty menambahkan estimasi waktu kematian berdasarkan kondisi jenazah.
"Perkiraan kami, bayi tersebut meninggal dunia sekitar empat atau lima hari sebelum ditemukan,"
Langkah laboratorium dan bukti tambahan
Untuk keperluan pemeriksaan lanjutan, tim forensik mengambil sampel yang diperlukan di laboratorium. Sampel meliputi rambut dan tulang paha kanan yang akan diuji secara forensik.
- Pengambilan sampel rambut
- Pengambilan sampel tulang paha kanan
Kronologi penemuan dan tindak lanjut penyidikan
Sebelumnya warga menemukan jenazah bayi perempuan mengapung di aliran sungai pada 12 Juli, tepatnya di Dusun Blang Raya, Desa Kuala Teupin Breuh. Setelah ditemukannya jenazah, pihak kepolisian memakamkan korban sebelum kemudian membuka kembali kuburan untuk ekshumasi.
Penyidik saat ini masih mendalami kasus dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil uji forensik. Hasil laboratorium diperkirakan menentukan arah penyidikan selanjutnya.
Catatan akhir: Polres Aceh Timur menegaskan proses penyidikan akan terus berjalan hingga penyebab pasti kematian terungkap melalui bukti forensik dan keterangan saksi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Maulid Akbar Kuta Malaka: Santuni 70 Yatim, 2.000 Jamaah
Maulid Akbar di Masjid Samahani, Kuta Malaka, 8 November, memberi santunan kepada 70 anak yatim dan diperkir...
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...
Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III untuk menindaklanjuti kelu...
RSUP H. Adam Malik Rayakan HKN ke-62: Indonesia Bergerak
RSUP H. Adam Malik menggelar rangkaian HKN ke-62 sepanjang November 2026, termasuk program Indonesia Bergera...