Lokal

Dekranasda Sabang Bina Pengrajin Ecoprint, Ketua Praktik Langsung

Bagikan:
Ketua Dekranasda Sabang praktik membuat ecoprint bersama pengrajin di Wisma Zahira

SABANG — Ketua Dekranasda Kota Sabang, Nuri Farisal, melakukan kunjungan dan praktik langsung pembuatan ecoprint bersama pengrajin binaan di Wisma Zahira, Gampong Kuta Ateuh, Rabu (7/10). Kegiatan dihadiri Wakil Ketua Erwani Meutia, ketua organisasi wanita se-Kota Sabang, IPEMI, serta anggota Dekranasda. Tujuan kunjungan adalah pembinaan teknis untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik produk ecoprint lokal.

Kunjungan dan praktik pembuatan ecoprint

Dalam acara itu, para pengrajin memaparkan tahapan pembuatan kain ecoprint dari pengumpulan daun hingga proses penempelan motif pada kain. Nuri tidak hanya menyaksikan, tetapi turut mempraktikkan langsung teknik pewarnaan dan penataan motif bersama peserta. Keterlibatan aktif ini dimaksudkan untuk memberi arahan praktis dan menilai kebutuhan pelatihan lanjutan.

Ecoprint ini kita buat dari daun-daunan yang ada di Sabang. Daun-daun itu kita proses sampai menghasilkan motif alami di kain. Kita juga ingin kualitasnya semakin bagus dan motifnya lebih tertata. Yang belum rapi kita rapikan, termasuk penempatan motifnya, sehingga hasilnya terlihat lebih menarik

Fokus pembinaan: teknik, motif, dan nilai tambah

Nuri menjelaskan bahwa pembinaan meliputi teknik pewarnaan, penataan motif, dan pengemasan produk agar lebih menarik pasar. Penataan motif dianggap penting untuk memudahkan pengembangan produk menjadi aplikasi lain. Dengan komposisi motif yang tertata, kain ecoprint dapat difinasikan menjadi pakaian jadi, tas, hingga taplak meja.

Produk yang dikembangkan antara lain:

  • Kain potong
  • Pakaian jadi
  • Tas
  • Taplak meja
  • Aneka kerajinan rumah tangga

Harus kekinian juga karena saat ini bukan ibu-ibu saja yang memakai ecoprint, tetapi para remaja juga. Jadi model-modelnya harus kekinian juga. Semua kalangan masuk

Rencana pengembangan dan kegiatan promosi

Pembinaan ecoprint ini juga terkait pengembangan Gampong Ie Meulee sebagai desa kerajinan binaan Dekranasda Kota Sabang. Setelah menjalani pembinaan pada 2026, Gampong Ie Meulee direncanakan mengikuti penilaian desa kerajinan oleh Dekranasda Aceh pada 2027. Langkah lanjutan ini bertujuan mendorong pengakuan dan pemasaran produk lebih luas.

Untuk memperluas pasar, Dekranasda merencanakan perkenalan produk melalui bazar dan fashion show pada 17 Oktober mendatang. Kegiatan promosi tersebut diharapkan meningkatkan penerimaan masyarakat dan membuka akses bagi konsumen muda. Pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar pengrajin mampu menyesuaikan desain dengan tren pasar.

Kesimpulannya, pembinaan teknis dan promosi dirancang saling berkesinambungan agar ecoprint Sabang memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing yang lebih tinggi di pasar lokal maupun luar daerah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait