Hiburan

Dukun Magang: Horor Komedi Mahasiswa vs Dunia Mistis

Bagikan:
Poster film Dukun Magang menampilkan mahasiswa dan suasana desa mistis

Dukun Magang akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 18 Juni 2026. Film horor komedi ini menceritakan Raka, seorang mahasiswa rasional, yang terjebak konflik antara logika modern dan tradisi mistis setelah pulang ke Desa Kalimati.

Sinopsis singkat

Cerita berpusat pada Raka (diperankan Jefan Nathanio), mahasiswa yang ingin cepat lulus dan menuntaskan skripsinya. Hidupnya berubah saat ia pulang ke Desa Kalimati bersama Sekar (Hana Saraswati), yang membawa tanggung jawab keluarga sebagai pewaris tradisi lokal.

Kesalahan tak sengaja mereka justru membebaskan Kuntilanak Hitam yang dikurung selama 12 tahun. Raka lalu terpaksa menghadapi peristiwa-peristiwa mistis yang melampaui nalar. Untuk memperbaiki keadaan, ia belajar langsung dari Mbah Djambrong, dukun legendaris yang diperankan Adi Sudirja.

Pemain, chemistry, dan momen komedi

Film ini menonjolkan benturan antara tokoh muda yang rasional dan tokoh tradisional berpengalaman. Para pemain membawa nuansa komedi pada situasi mistis, sekaligus menampilkan dinamika karakter yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

"Dia mau menyelesaikan skripsinya tapi selalu struggle dan akhirnya menemukan solusinya. Dia anak yang dewasa, baik, dan peduli, sampai akhirnya bertemu dunia yang aneh ketika berada di Desa Kalimati."

Jefan Nathanio menggambarkan Raka sebagai sosok yang mencoba menyelesaikan masalah secara logis, namun harus menerima kenyataan yang tak bisa dijelaskan akal sehat.

"Dukun Magang ini film yang ringan banget. Seru banget buat ditonton dan kita pengennya yang nonton anak-anak muda."

Hana Saraswati menyebut film ini cocok dinikmati berbagai kalangan, khususnya penonton muda.

Mamang Osa menilai kekuatan utama film terletak pada chemistry pemain, yang berhasil menyatukan unsur horor dan komedi tanpa kehilangan ritme cerita.

Tantangan peran dan produksi

Adi Sudirja mengaku mendapat tantangan bahasa saat memerankan Mbah Djambrong. Ia harus mempelajari mantra dalam bahasa Jawa kromo inggil untuk memperkuat karakter dan nuansa lokal.

"Aku jadi tahu ternyata mantra-mantra itu adalah bahasa kromo inggil paling lama dan tinggi di bahasa Jawa. Karena asalku dari Medan, aku harus belajar ekstra untuk mendapatkan dialek lokal tersebut."

Rilis dan harapan penonton

Dukun Magang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. Film ini menawarkan tontonan ringan yang memadukan humor dan misteri tradisional.

Dengan tema benturan antara logika modern dan kepercayaan lokal, film ini diharapkan menyentuh penonton muda sekaligus penikmat cerita mistis. Jika diterima baik, film berpotensi membuka ruang untuk karya serupa yang mengeksplorasi warisan budaya dalam format genre populer.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait