Lokal

Deliserdang Dituding Kontradiktif: Tagih Pajak Piala AFF, Bimtek di Berastagi

Bagikan:
Bupati Deliserdang Asri Ludin bersama pejabat saat kegiatan Bimtek di Berastagi Cottage

Deliserdang — Sekretaris Eksekutif Diagram Indonesia, Dr. M. Taufiq Hidayah Tanjung, menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten Deliserdang di bawah Bupati Asri Ludin Tambunan kontradiktif. Ia mengkritik langkah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang yang menagih pajak tiket Piala AFF U-19, sementara sejumlah kegiatan pemerintah digelar di Hotel Berastagi Cottage, yang diduga milik keluarga bupati.

Kritik atas penagihan pajak di tengah penyelenggaraan Piala AFF U-19

Taufiq menilai penagihan pajak tiket oleh Bapenda seharusnya tidak mengganggu upaya bersama untuk menyukseskan turnamen internasional tersebut. Pertandingan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Kecamatan Batang Kuis, dan mendapat perhatian pemerintah provinsi serta berbagai pihak.

“Fokus kita seharusnya adalah bagaimana menyukseskan event ini dan memberikan semangat kepada para atlet yang sedang berjuang, bukan justru menghadirkan persoalan yang dapat menambah beban pikiran penyelenggara maupun pihak-pihak yang sedang bekerja keras menyukseskan turnamen ini,”

Bimtek di Berastagi dan dugaan konflik kepentingan

Diagram Indonesia mempertanyakan konsistensi kebijakan bila tujuan penagihan pajak adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Taufiq, jika meningkatkan PAD menjadi prioritas, Pemkab semestinya menggelar kegiatan seperti bimbingan teknis (Bimtek) di hotel yang berada di wilayah Deliserdang, bukan di Berastagi, Kabupaten Karo.

Organisasi itu menyebut beberapa kegiatan Pemkab yang dilaksanakan di Berastagi Cottage, yaitu:

  • 21-22 Mei 2026: Bimtek bertajuk Penguatan Kapasitas yang diikuti ASN dan dihadiri Bupati Asri Ludin.
  • 12-13 Juni 2026: Bimtek bagi 132 pejabat administrator lingkungan, juga dihadiri Bupati Asri Ludin.

“Sangat disayangkan apabila masih terdapat kegiatan-kegiatan Pemerintah yang justru dilaksanakan di luar wilayah Deliserdang, seperti di Berastagi, Kabupaten Karo. Akibatnya, potensi pajak yang seharusnya dapat dinikmati oleh Deliserdang justru berpindah ke daerah lain,”

Taufiq menegaskan dugaan adanya conflict of interest dan potensi Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN). Ia bahkan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke Deliserdang untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.

“Patut diduga karena Hotel Berastagi Cottage yang selama ini hotel tersebut sudah lama dikenal sebagai hotel milik keluarga Bupati Deliserdang, sehingga diduga terjadi Conflict of Interest ... kita juga meminta KPK turun ke Deliserdang,”

Dampak ekonomi dan dukungan terhadap Gubernur

Diagram Indonesia juga memberi apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, atas usaha menghadirkan event internasional ke Sumut. Menurut Taufiq, Piala AFF U-19 berdampak pada promosi daerah, pariwisata, UMKM, perhotelan, dan perekonomian lokal.

“Kami sangat mengapresiasi Gubernur Bobby Nasution ... Kehadiran Piala AFF U-19 bukan hanya soal pertandingan sepakbola, tetapi juga tentang membangun optimisme, menghidupkan kembali gairah olahraga, serta memperkenalkan Sumut kepada dunia. Ini adalah langkah besar yang patut didukung oleh seluruh pihak,”

Respons Pemkab Deliserdang

Pertanyaan mengenai alasan pemilihan lokasi Bimtek di Berastagi dan dugaan konflik kepentingan telah diajukan ke Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Deliserdang, Sandra Dewi Situmorang. Hingga berita ini ditulis, pihak terkait belum memberikan respons resmi.

Kesimpulan: Diagram Indonesia mendesak agar Pemkab Deliserdang menunjukkan sikap kooperatif dalam menyukseskan Piala AFF U-19 dan memaksimalkan potensi PAD di wilayahnya. Jika benar ada indikasi konflik kepentingan, organisasi tersebut meminta pemeriksaan lebih lanjut oleh lembaga anti-korupsi.

Bupati Deliserdang Asri Ludin bersama pejabat saat mengikuti kegiatan di Berastagi Cottage.
J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait