Magetan Dorong 'Satu Data Kebakaran' untuk Konsolidasi Data
Magetan — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana Sasa, mendesak Pemkab Magetan segera membangun "Satu Data Kebakaran". Desakan muncul setelah ditemukan perbedaan angka kebakaran antarinstansi dan sejumlah kejadian kebakaran akhir-akhir ini, Jumat (2/10/2026). Tujuannya agar pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat memiliki rujukan resmi yang sama untuk pencegahan dan penanganan.
Perbedaan data antarinstitusi
Perbedaan angka terlihat dari dua publikasi resmi Pemkab Magetan. Rilis yang mengutip Kalaksa BPBD mencatat 45 kejadian kebakaran lahan selama Mei hingga Juli 2026. Rinciannya meliputi beberapa tipe lahan.
- 21 lokasi lahan bambu
- 11 lahan tebu
- 10 ladang
- 2 lahan jati
- 1 lahan sampah
Namun rekapitulasi harian BPBD untuk 1–31 Mei 2026 sempat menunjukkan nihil kejadian. Di sisi lain, data Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar yang dipublikasikan pada Juli mencatat 49 kejadian, dengan 29 di antaranya kebakaran lahan. Perbedaan ini menimbulkan kebingungan dalam penilaian risiko dan alokasi sumber daya.
Penyebab perbedaan dan sikap Diana Sasa
Diana menilai perbedaan angka belum tentu menunjukkan data palsu. Perbedaan kemungkinan besar disebabkan standar klasifikasi yang tidak sama, periode pencatatan berbeda, dan cakupan wilayah pelaporan yang bervariasi.
"Setelah kemarin kami menginstruksikan kader turun membantu dan mengirim logistik untuk relawan, kami mulai mencermati data. Ternyata ada beberapa angka yang berbeda. Menurut kami ini perlu dikonsolidasikan," ujar Diana, Jumat (2/10/2026).
Usulan konsolidasi: BPBD sebagai koordinator
Untuk menyelesaikan inkonsistensi, Diana mendorong BPBD Magetan mengambil peran koordinator utama konsolidasi data. Ia berharap BPBD merangkul Satpol PP dan Damkar, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, serta pemerintah kecamatan dan desa.
Kriteria data kebakaran terpadu
Diana mengusulkan kriteria minimal untuk data terpadu. Kriteria itu dirancang agar data dapat dipakai untuk analisis, pencegahan, dan respon cepat.
- Tanggal dan lokasi pasti kejadian
- Jenis kebakaran (lahan, bangunan, sampah, dll.)
- Status lahan atau kawasan terdampak
- Perkiraan luas wilayah terdampak
- Status penanganan terkini
Dampak dan tindak lanjut
Diana menegaskan integrasi data tidak sekadar formalitas birokrasi. Menurutnya, data terpadu adalah instrumen vital untuk mencegah kebakaran berulang dan menargetkan sumber daya secara tepat.
"Kalau datanya terkonsolidasi, kita bisa melihat titik mana yang berulang, kawasan mana yang paling rawan, dan sumber daya apa yang harus disiapkan. Satu data bukan sekadar urusan administrasi, tetapi dasar pencegahan yang baik," kata Diana.
Ia juga meminta agar hasil konsolidasi dipublikasikan berkala melalui kanal resmi Pemkab Magetan dan media sosial. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat mendapat akses informasi yang akurat dan dapat berperan dalam pencegahan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Mahasiswa Kunjungi DPRD Jember, Uji Informasi dan Pelajari Fungsi Legislasi
Mahasiswa dari berbagai kampus mengunjungi DPRD Jember (2/10/2026) untuk memverifikasi informasi dan mempela...
Kekeringan Kediri: 500 Warga Desa Surat Kekurangan Air
Sekitar 500 warga Desa Surat, Kediri, kesulitan air bersih; Pemkab kerahkan tandon dan dropping total 15.000...
Puan Atur Pertemuan Prabowo-Megawati Bersama PDIP-Gerindra
Puan Maharani mengatakan akan mengatur pertemuan Prabowo dan Megawati bersama jajaran PDIP dan Gerindra dala...
PMI Banyuwangi Gelar Digital Mission Race UKS/PMR 2026
PMI Banyuwangi menggelar Digital Mission Race UKS/PMR 2026 di halaman Kantor Bupati pada 27 Sept; 58 tim PMR...
Pemprov Jatim Diminta Perkuat Pelindungan Data untuk Redam Pinjol Ilegal
DPRD Jatim mendesak Pemprov memperkuat pelindungan data pribadi untuk menekan penyalahgunaan identitas dalam...
Dua Batu Yoni Hilang di Jember, DPRD: "Jember Darurat Cagar Budaya"
Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Jember; DPRD sebut 'Jember darurat cagar budaya' dan laporan dibua...