Bobby/Melati Gugur di 32 Besar Singapore Open 2026
Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Oktavianti tersingkir dari Singapore Open 2026 setelah kalah dari wakil Tiongkok Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin di Singapore Indoor Stadium, Rabu 27 Mei 2026. Pasangan ganda campuran independen itu menyerah dalam rubber game 21-19, 16-21, 15-21 dalam waktu 55 menit dan gagal melaju dari babak 32 besar.
Hasil dan jalannya pertandingan
Pertandingan berjalan ketat sejak gim pertama. Bobby/Melati sempat tertinggal 4-7 namun bangkit dan berhasil merebut interval sebelum menutup gim pertama 21-19. Pada gim kedua momentum berubah setelah kesalahan servis di skor 14-14 menjadi titik balik.
Gim kedua dimenangkan Gao/Wei 21-16, lalu pasangan Tiongkok mempertahankan ritme untuk menutup laga di gim ketiga 21-15. Total durasi pertandingan mencapai 55 menit, menunjukkan intensitas pertukaran bola yang tinggi dan beberapa momen menentukan di akhir tiap gim.
Pernyataan pemain
“Kami sudah mencoba semaksimal mungkin, mencoba dengan segala cara. Ada peluang untuk menang tapi sayang di gim kedua saat skor 14-14, kami langsung buang dua poin mudah dari servis,” ucap Melati Daeva Oktavianti.
“Dari situ mainnya langsung berubah semua dan mereka ambil kontrol permainan. Andai kami bisa konsisten mungkin ceritanya bisa berbeda, titik baliknya di situ menurut saya,” tambah Melati.
Menurut Bobby Setiabudi, secara permainan mereka sudah mampu mengimbangi lawan. “Dari permainan kami merasa sudah bisa mengimbangi terutama saya juga sudah ada improve tapi tetap masih banyak yang harus dibenahi, ditingkatkan,” ujar Bobby.
Bobby juga menyatakan rasa syukur bisa tampil di level Super 750 untuk nomor ganda campuran. Ia menilai pengalaman menghadapi tekanan di turnamen besar menjadi materi berharga untuk perbaikan.
Catatan dan prospek
Kekalahan ini memastikan Bobby/Melati berhenti di babak 32 besar Singapore Open 2026. Meski hasil belum memuaskan, pemain menyorot pelajaran teknis—khususnya konsistensi servis—sebagai fokus perbaikan ke depan. Pengalaman melawan pasangan Tiongkok di level atas diharapkan menjadi acuan peningkatan permainan.
Eliminasi dini memberi ruang evaluasi teknis dan mental bagi pasangan tersebut. Mereka menegaskan akan menata kembali persiapan untuk turnamen berikutnya, dengan tujuan memperbaiki titik-titik lemah yang muncul di pertandingan ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Cedera Bintang, Indonesia Raih Perak Voli Pantai Asian Games
Bintang cedera saat final voli pantai Asian Games, mengganggu mobilitas pasangan Indonesia sehingga harus pu...
Kroasia vs Inggris: Perebutan Kemenangan Kedua di Nations League
Kroasia menghadapi Inggris di Rijeka, Sabtu 3 Oktober 2026; kedua tim sama-sama memburu kemenangan kedua di...
Kilas Balik 5 Pertemuan Klasik Kroasia vs Inggris Jelang Rijeka
Inggris ke Rijeka lawan Kroasia 4 Okt 2026; kilas balik lima pertemuan klasik menunjukkan rivalitas penuh go...
Coco Gauff Kalahkan Osorio dan Melaju ke Putaran Ketiga China Open
Coco Gauff mengalahkan Camila Osorio 7-6(4), 4-6, 6-2 di China Open 2026 dan lolos ke putaran ketiga; kemena...
Sepak Takraw Putra Indonesia Raih Perak di Asian Games 2026
Tim sepak takraw putra Indonesia meraih medali perak nomor men's quadrant Asian Games 2026 setelah kalah 1-2...
Ferran Torres Cedera, Carlos Espi Dipanggil Perkuat Spanyol
Ferran Torres absen karena cedera pergelangan kaki kiri; Carlos Espi dari Real Madrid dipanggil menggantikan...