BGN Perketat Data Penerima MBG: Nama, Alamat, NIK Dicek
BGN memperketat pendataan penerima Program MBG dengan menelusuri nama, alamat, nomor induk kependudukan (NIK), sekolah, dan kelas. Kebijakan diumumkan oleh Kepala BGN, Sudaryono, di Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2026. Penataan ini ditujukan untuk memastikan setiap paket MBG memiliki penerima yang jelas dan data yang akurat di lapangan.
Perketatan data dan tujuan verifikasi
Penertiban data merupakan bagian dari pembaruan sistem penyaluran MBG. BGN menegaskan verifikasi bertujuan memastikan data sesuai kondisi nyata di sekolah dan keluarga penerima.
Jadi kita ingin betul-betul by name, by address itu BNBA-nya itu betul-betul bener,
Menurut Sudaryono, masih ditemukan data penerima yang belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Pemeriksaan mencakup identitas individual hingga lokasi dan status sekolah.
Pembaruan Dapodik dan peran sekolah
BGN memakai Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai salah satu acuan penentuan jumlah siswa penerima MBG. Namun, BGN menemukan perbedaan antara jumlah siswa yang tercatat di Dapodik dan jumlah siswa aktual di beberapa sekolah.
Untuk itu, BGN meminta kepala SPPG mengumpulkan dan melengkapi data siswa yang belum tercantum, berdasarkan keterangan guru. Data yang diperbarui kemudian dimasukkan ke sistem agar alokasi makanan sesuai jumlah penerima sebenarnya.
Kalau di Dapodik 400 ya kita layani 400,
Sudaryono menegaskan bahwa layanan akan disesuaikan dengan data mutakhir di Dapodik setelah pembaruan dilakukan.
SPS, status dapur SPPG, dan pemeriksaan kapasitas
Penertiban data juga berpengaruh pada penerbitan Surat Penetapan Penerima Manfaat (SPS). Hingga kini, BGN belum menerbitkan SPS untuk sekitar 1.100 dapur SPPG.
Dari jumlah tersebut, sekitar 500 dapur berstatus suspend karena menghadapi beberapa persoalan teknis dan operasional. BGN melakukan pemeriksaan tambahan terhadap dapur yang melayani kurang dari 1.000 penerima untuk memastikan kapasitas dan kelayakan.
- Beberapa dapur bermasalah pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
- Beberapa kasus terkait keracunan makanan sedang ditangani
- Dapur lain membutuhkan perbaikan fasilitas atau penyesuaian operasional
Kemudian kita ingin setiap menu makan MBG itu diterima oleh siapa. Si Hasan, Budi, Ali, Siti, yang punya NIK, yang sekolah di mana, kelas berapa itu kita jelas,
BGN menegaskan verifikasi identitas penerima menjadi syarat penting sebelum menyesuaikan jumlah distribusi makanan dan menerbitkan SPS bagi dapur yang memenuhi standar.
Ke depan, BGN akan melanjutkan pemutakhiran data bersama pihak sekolah dan kepala SPPG untuk menutup ketidaksesuaian dan memastikan penyaluran MBG tepat sasaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...
Menkomdigi Tekankan Kolaborasi untuk Pemberantasan Judol
Menkomdigi Meutya Hafid minta seluruh pihak bersinergi atasi konten judol; sebut 4,1 juta konten ditangani,...