Lokal

Baznas Padanglawas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 12 Mahasiswa

Bagikan:
Penyerahan bantuan pendidikan Baznas kepada mahasiswa Padanglawas di kantor bupati

Padanglawas, 22 Juni — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Padanglawas menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 12 mahasiswa kurang mampu asal daerah itu. Penyerahan dilakukan secara simbolis di aula kantor Bupati Padanglawas dan dihadiri langsung oleh Bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan serta Ketua Baznas Drs. H. Paraduan Tanjung.

Penyerahan bantuan dan dukungan pemerintah daerah

Penyerahan bantuan berlangsung pada Senin (22/6) di kantor bupati. Acara ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas dalam meringankan beban pendidikan keluarga tidak mampu.

Bupati Putra Mahkota menyatakan apresiasi atas konsistensi Baznas dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk kebutuhan pendidikan. Ia menekankan bahwa bantuan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Padanglawas.

"Hal ini merupakan investasi SDM, anak-anak Padang Lawas harus kuliah. Jangan sampai putus sekolah karena biaya. Dengan dana zakat kita kembalikan untuk membenahi masa depan daerah,"

Rincian bantuan yang diberikan

Bantuan yang diterima mahasiswa tidak hanya untuk biaya perkuliahan rutin. Baznas juga menanggung biaya administrasi yang terkait dengan penyusunan tugas akhir bagi penerima manfaat.

  • Biaya kuliah semester
  • Biaya penyusunan skripsi dan tugas akhir

Penyaluran secara simbolis menandai tahap awal pendampingan keuangan bagi mahasiswa. Ketua Baznas hadir untuk memastikan proses penyaluran berjalan sesuai kebijakan dan kriteria penerima.

Pesan kepada penerima dan implikasi jangka panjang

Bupati juga memberikan pesan moral kepada para penerima bantuan agar serius menempuh pendidikan dan memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali membangun kampung halaman setelah lulus.

"Bagaimanapun, suatu saat nanti begitu selesai kuliah, kembalilah untuk membangun Padang Lawas dan kampung halaman,"

Langkah ini dipandang sebagai investasi sosial dan ekonomi yang bisa meningkatkan kapasitas lokal dalam jangka menengah hingga panjang. Ke depan, dukungan serupa diharapkan terus dilakukan untuk mengurangi angka putus sekolah karena faktor biaya.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait