Lokal

Samosir Jadi Kuota Terbesar Pengembangan Bawang Putih Sumut 2027

Bagikan:
Petani dan lahan bawang putih di Samosir siap dikembangkan lebih luas

Pangururan, Samosir — Kabupaten Samosir memperkuat posisi sebagai sentra pengembangan bawang putih di Sumatera Utara setelah mendapat alokasi terbesar untuk program 2027. Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Bawang Putih 2026 dan Persiapan 2027 pada Rabu (7/10) di Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Alokasi lahan dan target pengembangan

Pemerintah provinsi merencanakan pengembangan bawang putih pada 2027 di 11 kabupaten dengan target luas tanam total 3.460 hektare. Dari jumlah itu, Samosir memperoleh alokasi terbesar, yakni 1.180 hektare. Pada 2026, dari target 564 hektare di Sumut, Samosir mendapat 265 hektare.

Tahun Total Sumut (ha) Samosir (ha)
2026 564 265
2027 3.460 1.180

Kesiapan Samosir dan kebutuhan dukungan

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan kesiapan daerahnya tidak hanya pada alokasi 1.180 hektare. Pemerintah kabupaten siap memperluas pengembangan hingga 2.000 hektare jika mendapat dukungan tambahan. Namun, ia menekankan bahwa peningkatan luas butuh dukungan sarana produksi dan infrastruktur.

Tahun depan kami siap, sesuai data 1.180 hektare. Bahkan lahan existing sampai 2.000 hektare kami siap. Namun kami butuh dukungan alsintan dan irigasi untuk pengairan.

Untuk itu, Samosir meminta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta peningkatan fasilitas irigasi agar pengolahan lahan berjalan optimal dan ketersediaan air terjamin.

Jaminan pasar dan fokus produksi benih

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule menyambut baik kesiapan Samosir dan meminta agar kebutuhan alsintan serta irigasi segera diusulkan ke direktorat terkait. Pemerintah menekankan pentingnya produksi benih berkualitas sebagai prioritas.

Terima kasih kepada Bupati Samosir atas semangat dan dukungan. Untuk alsintan dan irigasi segera diusulkan ke PSP. Fokus untuk produksi benih. Yang pasti hasilnya dibeli, anggaran sudah disiapkan.

Pemerintah menjamin pasar bagi hasil panen melalui sistem offtaker yang mendapat jaminan pembelian sehingga membuka kepastian ekonomi bagi petani selama dua tahun awal program.

Koordinasi lintas aktor dan prospek Sumut

Wakil Gubernur Sumatera Utara menekankan perlunya koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, petani, penangkar, dan sektor usaha. Tujuannya membangun ekosistem bawang putih dari hulu hingga hilir dan mengurangi ketergantungan benih dari luar daerah.

Kita berharap Sumut menghasilkan benih bermutu untuk mengurangi ketergantungan benih dari luar. Pengembangan bawang putih ini butuh kerja sama.

Secara nasional, pemerintah menargetkan swasembada benih saat pengembangan mencapai sekitar 120.000 hektare. Dengan dukungan alsintan, irigasi, dan jaminan pasar, Samosir berpeluang menjadi kontributor utama menuju target tersebut dan membuka sumber pendapatan baru bagi petani.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait