Lokal

Pemuda Kritik Aula TRN Rumah Dinas Jadi Arena Sepak Bola

Bagikan:
Aula Tengku Rizal Nurdin di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara

Medan — Dugaan pemanfaatan Aula Tengku Rizal Nurdin di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara sebagai arena bermain sepak bola memicu kritik tajam dari kalangan pemuda, Sabtu (27/6). Rudi Hutabarat, Ketua Gen-Z Sumut, menyayangkan penggunaan fasilitas negara untuk kegiatan yang dinilai tidak edukatif dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif publik.

Kritik keras kepada Gubernur

Rudi secara khusus menyoroti Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, setelah beredarnya video yang memperlihatkan aksi bermain bola di aula tersebut. Video itu viral di media sosial dan memancing beragam reaksi, termasuk cibiran dari netizen.

"Rumah dinas itu seharusnya menjadi tempat kegiatan yang bermakna, edukatif, dan berguna bagi rakyat, bukan malah dijadikan arena kick-off dadakan," ujar Rudi di Medan.

Ia menegaskan fungsi ruang publik milik pejabat negara tidak boleh menyimpang sehingga menjadi bahan perbincangan negatif masyarakat. Nada kritik Rudi disampaikan dengan unsur satir untuk menekankan kekesalannya.

Usulan debat terbuka untuk Gen-Z

Sebagai alternatif, Rudi mengusulkan agar aula tersebut difungsikan sebagai ruang dialog dan debat untuk kalangan Generasi Z. Ia bahkan menyatakan kesiapan berdialog atau berdebat langsung dengan Gubernur Bobby Nasution mengenai arah pembangunan provinsi.

"Saya siap jika rumah dinas dijadikan tempat debat terbuka bersama anak-anak muda Gen Z. Mari kita berdiskusi secara terbuka mengenai arah pembangunan Sumatera Utara ke depan," tegasnya.

Rudi menambahkan bahwa fasilitas pemerintah idealnya menjadi sarana membangun gagasan, memperkuat partisipasi publik, dan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Status pernyataan pemerintah dan asal video

Hingga laporan ini disusun, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan Aula Tengku Rizal Nurdin sebagaimana yang ramai diperbincangkan. Tidak ada konfirmasi apakah kegiatan itu mendapatkan izin atau digelar secara internal.

Video yang memicu polemik awalnya diposting oleh akun TikTok @BobbySekeluarga. Setelah menjadi viral, pemilik akun diketahui menghapus unggahan tersebut.

Isu ini membuka kembali perdebatan soal tata kelola fasilitas publik milik pejabat dan pentingnya transparansi penggunaan ruang negara untuk kepentingan publik yang lebih luas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait