Wali Kota Buka Festival Santri Langsa Meuseuraya 2026
LANGSA — Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra resmi membuka Festival Santri Kota Langsa Meuseuraya ke-2 Tahun 2026 di Masjid Agung Darul Falah, Jumat (26/6) malam. Pembukaan digelar untuk memperkuat syiar Islam dan pendidikan dayah serta menandai dukungan penuh pemerintah terhadap pembinaan generasi santri.
Pembukaan dan suasana acara
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan lantunan Dala'il Khairat yang dibawakan para santri. Suasana malam semakin semarak saat Wali Kota mengucapkan basmalah dan memimpin prosesi pemukulan tambo sebagai simbol dimulainya rangkaian festival.
Rangkaian ini juga menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di Kota Langsa.
Siapa yang hadir
Acara dihadiri oleh unsur pemerintahan dan komunitas keagamaan yang memenuhi area masjid. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam kegiatan keagamaan.
- Ketua DPRK Langsa
- Forkopimda
- Ketua MPU, MPD, MAA
- Baitul Mal dan Mahkamah Syariah
- Para Pimpinan OPD
- Ulama, Pimpinan Dayah, dan Santri
- Masyarakat luas
Pesan ulama: sinergi ulama dan umara
Pada kesempatan itu, Abati Aramiyah Tgk Muchtar Ibrahim SSos.I menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah untuk suksesnya pembangunan daerah. Ia menilai perpaduan kewenangan pemerintah dan otoritas moral ulama akan memperkuat tata nilai syariat dalam kehidupan bermasyarakat.
"Dengan perpaduan dan bersatu, insyaallah apa pun yang kita bangun di Langsa akan berhasil,"
"Mudah-mudahan Langsa menjadi zona integritas menuju wilayah pilot project Islami di Aceh. Jadikanlah Langsa sebagai mimbar dalam segala persoalan bagi daerah yang lain,"
Dukungan pemerintah dan tujuan festival
Wali Kota Jeffry Sentana menegaskan bahwa Festival Santri adalah program unggulan Pemerintah Kota Langsa untuk memperkuat pendidikan dayah dan menumbuhkan sumber daya manusia berkarakter. Menurutnya, seluruh pembiayaan festival ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Langsa sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kegiatan keagamaan dan pengembangan generasi muda.
Jeffry juga mengajak semua elemen masyarakat menjaga persatuan umat dan meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan warga demi terwujudnya Kota Langsa yang religius, maju, dan bermartabat.
Penutup: makna dan prospek
Festival Santri Meuseuraya ke-2 bukan sekadar perayaan seni religius, melainkan upaya strategis memperkokoh sinergi kelembagaan dan membumikan nilai-nilai Islam melalui pendidikan dayah. Pelaksanaan yang didukung penuh pemerintah diharapkan menjadi model bagi kabupaten/kota lain di Aceh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wali Kota Sabang Lantik 20 Pejabat untuk Perkuat Pelayanan Publik
Wali Kota Sabang melantik 20 pejabat di Aula Pulau Weh untuk penataan kelembagaan dan peningkatan pelayanan...
Komisi X Minta Penyelesaian Konflik Universitas Darma Agung
Komisi X minta LLDIKTI selesaikan persoalan hak civitas UDA; di hari yang sama tiga pelaku curanmor ditangka...
Nobar Piala Dunia 2026 di Banda Aceh: Setiap Minggu di CFD
Pemko Banda Aceh bersama BSN adakan nobar Piala Dunia 2026 setiap Minggu pagi di CFD, lengkap dengan videotr...
Aceh Jalin Kolaborasi AICRF-BEM UI untuk Pemulihan Pendidikan
Dinas Pendidikan Aceh bertemu AICRF dan BEM UI pada 26/6 untuk rancang program pemulihan pendidikan pascaben...
Adian Desak LLDIKTI Selesaikan Masalah Hak di Universitas Darma Agung
Anggota Komisi X minta LLDIKTI Wilayah I segera selesaikan masalah hak dosen, mahasiswa, dan pegawai Univers...
KDMP Lam Lumpu Digenjot Jadi Model Koperasi Desa Syariah
KDMP Lam Lumpu didorong jadi model koperasi desa syariah dengan penguatan pengurus, unit usaha, dan dukungan...