Apindo Dukung Produksi Motor Listrik Buatan Indonesia
JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut positif rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memproduksi motor listrik buatan dalam negeri. Apindo menilai inisiatif ini berpotensi mendorong sektor manufaktur, meningkatkan serapan tenaga kerja, dan memperkuat nilai tambah produk lokal bila didukung kebijakan insentif yang tepat.
Dukungan Apindo dan implikasi ke manufaktur
Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, mengatakan kebijakan produksi motor listrik nasional bisa menjadi pemicu kebangkitan sektor manufaktur yang saat ini kontribusinya terhadap PDB dinilai masih rendah.
"Hal ini tentunya menjadi angin segar agar sektor manufaktur bisa kembali terdorong dan menjadi lokomotif penggerak perekonomian nasional, serta menjadi sektor penyerap tenaga kerja yang berkualitas," ujar Ajib, Selasa (21/7/2026).
Menurut data yang dikemukakan Apindo, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia saat ini sekitar 19,2 persen. Angka ini dinilai belum cukup kuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen dan penciptaan 19 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan.
Perbandingan regional dan urgensi insentif
Ajib menekankan pentingnya pemberian insentif yang tepat sasaran agar produksi motor listrik dapat memenuhi potensi ekonomi. Ia mengambil perbandingan dengan Vietnam, yang menurutnya berhasil mendorong manufaktur sehingga kontribusinya melebihi 23 persen dari PDB.
Di samping itu, Ajib mengingatkan bahwa lingkungan usaha yang kompetitif—termasuk regulasi pro-pertumbuhan dan biaya usaha rendah—mampu mempercepat investasi dan penciptaan lapangan kerja. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal II 2026 mencapai 8,39 persen year on year sebagai ilustrasi potensi tersebut.
Pernyataan pemerintah dan langkah selanjutnya
Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan rencana peluncuran motor listrik nasional sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri otomotif dalam negeri.
"Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia," ujar Prabowo.
Untuk merealisasikan rencana itu, Apindo mengusulkan skema insentif khusus, terutama untuk kendaraan roda tiga dan segmen komersial, yang dinilai memiliki potensi penyerapan tenaga kerja besar dan utilitas tinggi di pasar domestik.
Penutup: Peluang dan tantangan
Rencana produksi motor listrik dalam negeri membuka peluang penguatan rantai nilai industri otomotif dan peningkatan lapangan kerja. Namun, keberhasilan bergantung pada implementasi kebijakan insentif, perbaikan iklim investasi, dan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lain.
Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.
Berita Terkait
VinFast Resmikan 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia
VinFast membuka 20 dealer motor listrik di Indonesia (19–25 Juli 2026) dan menggelar Experience Day untuk me...
Mitsubishi Xforce HEV: Mesin Hybrid 1.6L dan Keunggulannya
MMKSI meluncurkan Mitsubishi Xforce HEV (16 Juli 2026) dengan mesin 1.6L MIVEC hybrid, rasio kompresi 14:1,...
VinFast Jual 3 Motor Listrik di Indonesia, Harga Mulai Rp17 Jutaan
VinFast resmi jual tiga motor listrik di Indonesia dan buka 20 dealer; harga mulai Rp17 jutaan, jangkauan hi...
MMKSI Ajak Jurnalis Uji Mitsubishi New Xforce HEV, Performa Hybrid Disorot
MMKSI mengajak jurnalis uji Mitsubishi New Xforce dan New Xforce HEV pada 17 Juli 2026; performa hybrid dan...
Chery Q: 4 Fitur Unggulan, Bisa 'Ngobrol' dan Parkir Otomatis
Chery Q hadir dengan empat fitur unggulan: ECA yang bisa 'ngobrol', EPS setir ringan, parkir otomatis, dan p...
Pakar ITB: Ekosistem Kuat Bikin VinFast Berpeluang Menang di Jalan
Pakar ITB Yannes Pasaribu menilai VinFast berpeluang menang karena pasar motor listrik mulai terdidik dan ek...