Aghniny Haque Dalami Peran Melor di Film 'Khadam'
Aghniny Haque menjelaskan proses mendalami karakter Melor, seorang ibu tunawicara, untuk film horor Khadam. Di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 14 September 2026, ia memaparkan langkah-langkah mulai dari sikap non-judgmental hingga pengembangan bahasa isyarat dan koreografi tubuh.
Pendekatan tanpa menghakimi dan pembacaan naskah
Aghniny menekankan bahwa langkah awal adalah menerima dan mencintai karakter sebelum berakting. Ia mengatakan aktor harus memahami keputusan karakter, sekalipun berbeda dengan pandangan pribadi.
"Kuncinya adalah tidak menghakimi karakternya. Meskipun karakternya mungkin suka membuat keputusan tidak sesuai dengan kita, sebagai aktor kita harus mencintai karakternya dulu," ujar Aghniny.
Setelah itu, ia membaca naskah secara mendalam untuk menangkap pesan utama cerita. Pemahaman naskah menjadi dasar dalam membentuk bahasa tubuh dan ekspresi Melor.
Pengembangan bahasa isyarat dan gerak tubuh
Karakter Melor hidup di latar era 1940-an, sehingga bahasa isyarat menjadi elemen penting. Aghniny bekerja dengan pelatih akting Muhammad Khan dan tim untuk merancang bahasa isyarat yang otentik dan efektif.
"Kita bersama-sama membuat bahasa isyarat itu. Akhirnya mulai masuk ke pendalaman emosi, dari kedalaman karakter si Melor itu sendiri dan juga bonding dengan dua karakter anaknya," ujarnya.
Proses ini bukan sekadar gerakan tangan. Tim juga memikirkan bagaimana bahasa tubuh menyampaikan emosi, ingatan, dan relasi Melor dengan anak-anaknya.
Menerjemahkan koreografi menjadi ekspresi emosional
Aghniny menjelaskan tantangan mengubah koreografi menjadi manifestasi emosi yang meyakinkan. Setiap gerakan harus berkaitan erat dengan pikiran dan perasaan karakter.
"Dari situ aku harus bisa meng-translate dari koreografi sampai ke emosionalnya. Jadi semua harus lurus, apa yang ada di pikirannya, apa yang dia rasain, dan akhirnya keluar dari bahasa tangannya," ucapnya.
Pendekatan ini membuat Aghniny tidak hanya mengandalkan dialog. Ia memastikan kombinasi pikiran, emosi, dan gerak tubuh tersampaikan utuh dalam penampilannya.
Rilis film dan konteks kolaborasi
Khadam disutradarai oleh Shamyl Othman dan menampilkan Aghniny Haque bersama sejumlah aktor Malaysia. Film kolaborasi ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.
Upaya Aghniny menegaskan pentingnya riset dan kolaborasi dalam memerankan tokoh berkebutuhan khusus. Pendekatan seperti ini dapat meningkatkan representasi dan kedalaman karakter di layar lebar, serta memberi pengalaman sinematik yang lebih autentik bagi penonton.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...