Lamine Yamal tak terobsesi gol, fokus bawa Spanyol menang
Lamine Yamal tak terobsesi gol, kata bintang muda Spanyol yang menegaskan prioritasnya adalah membawa tim meraih kemenangan di Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan menjelang pertandingan penting bagi La Roja, Minggu, 21 Juni 2026.
Lamine Yamal tak terobsesi gol dan menolak menjadikan capaian individu sebagai tujuan utama selama memperkuat timnas. Pemain 18 tahun itu menyatakan fokusnya adalah membantu tim melangkah sejauh mungkin di turnamen.
Pesan Yamal: kemenangan lebih penting
Yamal, yang menjadi sorotan setelah penampilan konsisten bersama Barcelona, menegaskan pandangannya dalam wawancara yang dikutip media Eropa. Ia mengatakan tidak peduli berapa banyak gol yang dicetak selama turnamen.
"Saya tidak peduli berapa banyak gol yang saya cetak. Saya tidak terobsesi dengan itu,"
Kalimat itu mempertegas mentalitas kolektif Yamal. Ia ingin kontribusi yang nyata bagi tim, bukan sekadar jumlah gol pribadi.
Menanggapi perbandingan dengan bintang dunia
Respons Yamal datang berbarengan dengan perbandingan publik terhadap pemain besar dunia. Nama seperti Kylian Mbappé dan Lionel Messi kerap disebut-sebut ketika membahasnya.
"Mereka semua setidaknya 10 tahun lebih tua dari saya dan gaya bermain saya juga berbeda. Saya hanya ingin menang,"
Yamal menilai perbandingan itu tidak relevan karena perbedaan usia dan karakter permainan. Ia menekankan proses dan pencapaian tim dibanding label individu.
Pengakuan pelatih dan peran di tim
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menilai Yamal sedang menulis kisahnya sendiri dan meminta publik menghentikan perbandingan berlebihan.
"Jangan membandingkannya dengan Messi atau Maradona. Lamine sedang menulis kisahnya sendiri,"
De la Fuente juga memuji mentalitas pemain muda itu: "Dia memiliki karakter yang berani dan mampu menghadapi tekanan luar biasa," ucapnya. Menurut sang pelatih, Yamal adalah salah satu talenta terbaik generasi baru yang "lahir untuk ini."
Implikasi untuk Spanyol di Piala Dunia
Pernyataan Yamal menandai sikap dewasa pada pemain muda di kompetisi level tertinggi. Fokus pada kemenangan kolektif dapat memperkuat dinamika tim saat menghadapi lawan-lawan berat di babak grup dan fase gugur.
Dengan dukungan pelatih dan rekan setim, Yamal berpotensi menjadi motor serangan Spanyol tanpa harus membebani diri dengan target gol pribadi. Ke depannya, performa dan kontribusinya akan menentukan sejauh mana Spanyol melaju di Piala Dunia 2026.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Chanathip Puji Perkembangan Timnas Indonesia Jelang Final
Kapten Thailand Chanathip memuji perkembangan Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK,...
Indonesia vs Thailand: Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK — laga pen...
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...