Tujuh Subsektor Jadi Prioritas Pengembangan Ekonomi Kreatif
Pemerintah menetapkan tujuh subsektor prioritas ekonomi kreatif untuk diperkuat sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pengumuman disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya saing produk kreatif dan membuka lapangan kerja melalui fokus pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
Tujuh subsektor yang diprioritaskan
Pemerintah memetakan tujuh subsektor yang menjadi fokus pengembangan nasional. Ketujuh subsektor dipilih berdasarkan kontribusi ekonomi dan laju pertumbuhan di era digital.
- Kuliner
- Kriya
- Fesyen
- Gim
- Aplikasi
- Film
- Musik
Alasan pemilihan subsektor
Menteri Ekonomi Kreatif menyatakan beberapa subsektor diprioritaskan karena kontribusi ekonominya yang besar, sementara lainnya dipilih karena pertumbuhan cepat dan potensi teknologi.
"Tetapi secara nasional, Bapak Presiden meminta bahwa fokus ke 7 subsektor, walaupun secara daerah tentu mempunyai potensi yang berbeda-beda. Kenapa? Karena yang kuliner, kriya, fashion ini kontribusinya terhadap ekonomi sangat tinggi,"
Selain itu, pemerintah juga menyoroti subsektor berbasis digital. Mereka menilai gim, aplikasi, film, dan musik menunjukkan tren ekspansi pesat dan peluang ekspor yang besar.
"Empat subsektor lainnya adalah gim, aplikasi, film, dan musik. Sektor-sektor ini tumbuh sangat pesat dan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif ke depan,"
Dampak kebijakan dan langkah lanjutan
Pemerintah berharap penetapan prioritas ini memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tingkat nasional dan daerah. Fokus akan diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku, akses pasar, serta adopsi teknologi.
Langkah konkret yang direncanakan mencakup program kolaborasi lintas sektor, dukungan pelatihan, insentif untuk inovasi digital, dan promosi produk lokal di pasar internasional. Tujuannya memperluas penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Prospek ke depan
Dengan prioritas yang lebih jelas, pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB meningkat dan daya saing produk lokal makin kuat di pasar global. Namun, keberhasilan kebijakan ini akan bergantung pada koordinasi antar-instansi serta dukungan infrastruktur dan pembiayaan bagi pelaku kreatif.
Perubahan strategis ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi transformasi sektor kreatif menuju model ekonomi yang lebih inovatif dan berorientasi ekspor.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Ungkap Risiko Penyelaman KM Virgo: Gelap & Kontaminasi
Basarnas sebut penyelaman di kecelakaan KM Virgo berisiko tinggi: visibilitas rendah, debris, kontaminasi, d...
Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kemenperin menggandeng mahasiswa melalui program Design Canvas & Design Maker 2026 untuk membantu IKM fesyen...
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...