Ombudsman: Pengaduan Investasi dan Hilirisasi Terus Menurun
Ombudsman RI mencatat penurunan jumlah pengaduan masyarakat di sektor investasi dan hilirisasi sejak 2025. Anggota Ombudsman Abdul Ghoffar menyebutkan total pengaduan mencapai 183 laporan pada 2025, dan tercatat 90 laporan hingga pertengahan 2026. Data ini mendorong upaya percepatan penyelesaian dan peningkatan kualitas layanan publik.
Tren pengaduan dan angka terbaru
Menurut Ghoffar, tren pengaduan mulai menurun sejak 2025. Sampai pertengahan 2026 jumlah laporan tercatat 90 dan Ombudsman berharap angka itu tidak bertambah. Penurunan ini dilihat sebagai indikator perbaikan layanan, namun masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Langkah percepatan penyelesaian pengaduan
Ombudsman menyatakan percepatan penanganan dilakukan lewat penguatan koordinasi antarinstansi. Salah satu langkah adalah penunjukan narahubung yang aktif dan responsif untuk memperlancar komunikasi. Tujuannya agar alur penyelesaian pengaduan berjalan lebih singkat dan terukur.
Penilaian kualitas pelayanan publik
Dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik, Kementerian Investasi dan Hilirisasi mendapat predikat kualitas pelayanan yang baik. Ombudsman menilai capaian itu perlu dipertahankan dan ditingkatkan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Peningkatan kapasitas SDM dan pencegahan maladministrasi
Ombudsman berencana memperkuat sinergi pencegahan maladministrasi melalui kajian layanan publik di sektor investasi dan hilirisasi. Fokusnya meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia lewat seminar, pelatihan, dan diskusi terfokus. Langkah ini dimaksudkan agar setiap lembaga memahami alur kerja mitra terkait.
"Peningkatan kapasitas SDM dapat dilakukan melalui seminar, pelatihan, maupun diskusi terfokus agar terdapat pemahaman yang lebih baik terhadap alur kerja masing-masing lembaga," kata Abdul Ghoffar.
Peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menegaskan sebagian besar program kementeriannya berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Ia menyatakan bahwa kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam mendukung iklim investasi nasional dan pertumbuhan ekonomi.
"Kami berharap terus mendapatkan masukan dan pendampingan dari Ombudsman dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Todotua Pasaribu.
Dengan pengaduan yang menurun dan penilaian pelayanan yang baik, kedua lembaga berharap dapat meningkatkan kecepatan penyelesaian kasus dan mencapai target investasi nasional. Penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas SDM akan menjadi fokus ke depan untuk mencegah maladministrasi dan memperkuat kepercayaan publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...
FEB UIN Jakarta Kejar Akreditasi AACSB Menuju Sekolah Bisnis Global
FEB UIN Jakarta mempercepat persiapan akreditasi AACSB dengan inovasi S3 Perbankan Syariah dan target pening...
Yenny Wahid: Kebebasan Harus Bawa Kebahagiaan Bersama
Yenny Wahid mengatakan kebebasan harus menghasilkan kebahagiaan bersama dan tidak boleh merugikan orang lain...
Prabowo Undang Petugas Upacara HUT ke-81 ke Hambalang
Presiden Prabowo mengundang petugas upacara HUT ke-81 ke Hambalang sebagai bentuk apresiasi dan pesan menjag...
Menhub Pastikan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran
Menhub Dudy Purwagandhi pastikan evaluasi menyeluruh keselamatan pelayaran pasca empat kecelakaan, tekan int...
Pemerintah Rencanakan Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027
Pemerintah berencana memangkas kuota BBM subsidi menjadi 20,09 juta kl pada 2027, sambil menaikkan alokasi a...