Olahraga

Tradisi Serba Putih Wimbledon: Aturan dan Kontroversinya

Bagikan:
Petenis mengenakan pakaian serba putih di Wimbledon Centre Court

Wimbledon mewajibkan semua petenis mengenakan pakaian serba putih saat bertanding di All England Club, aturan yang menjadi ciri khas turnamen tenis tertua di dunia sejak 1877. Ketentuan ini mengatur semua elemen pakaian dan kembali jadi sorotan pada edisi 2026 yang digelar 29 Juni-12 Juli.

Asal-usul tradisi

Tradisi serba putih berakar dari era Victoria. Pada masa itu norma sosial sangat memengaruhi dunia olahraga. Pakaian putih dipilih karena keringat tidak terlalu tampak dan dianggap mencerminkan status sosial.

Wimbledon pertama kali digelar pada 1877, sedangkan nomor putri dimulai pada 1884. Sejak saat itu, warna putih menjadi bagian penting dari citra turnamen, terlihat di lapangan rumput, Centre Court, dan Royal Box.

Apa saja yang diatur?

Aturan tidak hanya mengatur kaus dan celana. Peraturan mencakup hampir seluruh elemen pakaian pemain agar tetap konsisten dengan identitas turnamen.

  • Kaus dan celana atau rok pertandingan
  • Sepatu dan warna sol
  • Topi, ikat kepala, dan kaus kaki
  • Gelang tangan dan pakaian dalam yang terlihat

Perbedaan dengan turnamen lain

Sebagian besar turnamen tenis mengizinkan warna dan ekspresi pribadi. Sebaliknya, Wimbledon mempertahankan aturan visual yang ketat. Ciri ini membuat Wimbledon mudah dikenali di antara Grand Slam lainnya.

Kontroversi dan pengecualian

Aturan serba putih tidak lepas dari perdebatan. Beberapa pemain pernah terlibat karena pelanggaran warna. Contohnya:

  • Andre Agassi absen dari Wimbledon pada 1988–1990 karena masalah pakaian.
  • Roger Federer sempat menjadi sorotan karena sol sepatu berwarna oranye pada 2013.
  • Nick Kyrgios mendapat perhatian setelah mengenakan topi merah dan sepatu merah-putih pada 2022.

Perubahan demi kenyamanan

Meski mempertahankan tradisi, Wimbledon sudah melakukan pelonggaran di beberapa poin untuk kenyamanan atlet. Saat ini, petenis putri diizinkan memakai pakaian dalam celana pendek berwarna gelap jika diperlukan, tanpa menghilangkan identitas serba putih turnamen.

Wimbledon 2026

Turnamen Wimbledon 2026 berlangsung 29 Juni hingga 12 Juli. Para petenis akan beradu keterampilan di atas rumput dengan aturan serba putih tetap menjadi bagian penting dari suasana kompetisi.

Identitas visual ini tidak hanya soal aturan, tetapi juga bagian dari sejarah dan citra Wimbledon yang terus dipertahankan meski dinamika olahraga terus berubah.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait