Otomotif

Menperin dan Menkeu Tinjau Booth Yayasan Astra di GIIAS 2026

Bagikan:
Menteri meninjau booth Yayasan Astra di GIIAS 2026 di ICE BSD

TANGERANG, 4 Agustus 2026 — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau booth Yayasan Astra di Selasar Convention Hall, ICE BSD, pada rangkaian GIIAS 2026. Kunjungan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap program pembinaan UMKM/IKM dan pengembangan sumber daya manusia yang ditampilkan Yayasan Astra untuk memperkuat ekosistem industri otomotif nasional.

Program dan tampilan di booth

Booth bertema "Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif" memamerkan hasil pembinaan Yayasan Astra, yang dijalankan lewat Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan ASTRAtech. Pengunjung dapat melihat praktik pembinaan UMKM, pengembangan vokasi, serta inovasi digital dari pemenang program Astranauts 2026.

  • Pembinaan UMKM/IKM manufaktur otomotif
  • Pengembangan tenaga vokasi berstandar internasional
  • Inovasi digital dari pemenang Astranauts 2026

Kunjungan menteri sebagai dukungan

Kunjungan Menteri Perindustrian dan Menteri Keuangan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kedua pejabat meninjau langsung stan untuk melihat bukti transformasi usaha mikro menjadi pemasok industri dan upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Kisah sukses: PT Arkha Industries Indonesia

Salah satu sorotan di booth adalah PT Arkha Industries Indonesia. Perusahaan ini mulai menerima pendampingan YDBA sejak 2022 dan fokus pada proses painting plastik dan logam. Pendampingan menekankan disiplin Quality, Cost, and Delivery (QCD).

"Sejak pembinaan Yayasan Astra – YDBA, perjalanan bisnis kami benar-benar berubah drastis. Kami dibimbing membenahi fondasi usaha, khususnya disiplin QCD, mulai dari menjaga kualitas painting agar zero defect, efisiensi biaya, hingga pengiriman yang tepat waktu," kata Mad Ali Haris, pemilik PT Arkha Industries Indonesia.

Data yang dipaparkan menunjukkan lompatan signifikan. Arkha yang didirikan pada 2014 awalnya beromzet di bawah Rp2 miliar dan berstatus usaha mikro. Setelah pendampingan, omzet pada 2025 mencapai Rp34,96 miliar dengan 221 karyawan. Kini Arkha memiliki pabrik seluas 17.000 meter persegi dan telah menjadi pemasok tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI).

Tujuan pembinaan dan dampak bagi rantai pasok

Ketua Pengurus Yayasan Astra – YDBA, Rahmat Samulo, menegaskan tujuan pembinaan adalah menyiapkan UMKM agar memenuhi standar industri dan mampu masuk ke rantai pasok otomotif nasional.

"PT Arkha Industries Indonesia menjadi bukti bahwa UMKM mampu naik kelas apabila mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan," ujar Rahmat Samulo.

Dengan model pendampingan yang mencakup peningkatan kualitas, efisiensi biaya, dan ketepatan pengiriman, Yayasan Astra berharap lebih banyak UMKM lokal dapat berpartisipasi dalam rantai pasok otomotif nasional.

Pameran Yayasan Astra di GIIAS 2026 berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi wadah kolaborasi industri, pendidikan vokasi, serta pemerintah untuk mendorong daya saing sektor otomotif Indonesia.

Fikri Hidayat
Penulis
Fikri Hidayat

Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.

Berita Terkait