BYD Usung Filosofi G.A.S.S: Teknologi DM Jawab Mobilitas Hemat
Jakarta, 25 Mei 2026 — BYD menghadirkan teknologi Dual Mode (DM) yang mengusung filosofi G.A.S.S untuk menjawab kebutuhan mobilitas hemat energi dan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Teknologi ini menggabungkan orientasi listrik dengan mode hybrid untuk fleksibilitas dan efisiensi biaya penggunaan.
Teknologi DM: kombinasi EV dan hybrid
Teknologi DM BYD memadukan penggerak listrik dan mesin pembakaran, sehingga kendaraan dapat berjalan optimal baik menggunakan listrik maupun bahan bakar. Pendekatan ini dirancang untuk memberi pengalaman berkendara yang lebih fleksibel dan nyaman, sekaligus menurunkan total biaya kepemilikan.
Hasil uji dan efisiensi bahan bakar
Menurut data pengujian internal, teknologi DM mampu mencapai jarak tempuh kombinasi listrik dan bahan bakar hingga lebih dari 1.800 kilometer. Pengujian juga menunjukkan konsumsi bahan bakar sekitar 65 km/liter, yang diklaim lebih dari 60% lebih efisien dibandingkan kendaraan keluarga bermesin bensin 1.500 cc yang umum di Indonesia.
Filosofi G.A.S.S: gesit, andal, senyap, super irit
“Filosofi G.A.S.S bukan hanya slogan semata, namun mempresentasikan kemampuan dari DM BYD dalam menjawab kebutuhan mobilitas baik di perkotaan maupun luar kota,”
Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia, menyampaikan bahwa filosofi tersebut merangkum karakter utama kendaraan DM.
“Terdapat 4 karakter utama yang representasikan dari G.A.S.S yaitu Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit,”
- GESIT — Akselerasi instan dan performa responsif. Didukung mesin 1.5L efisien dan motor EHS 5.0 yang berkecepatan tinggi hingga 15.000 rpm, teknologi DM menghadirkan akselerasi tanpa jeda perpindahan gigi.
- ANDAL — Keandalan berkendara pada berbagai kondisi jalan.
- SENYAP — Operasi motor listrik yang menawarkan kenyamanan suara yang rendah.
- SUPER IRIT — Fokus pada efisiensi energi dan pengurangan konsumsi bahan bakar.
Dampak untuk pasar Indonesia
Selain aspek hemat energi, BYD menekankan bahwa kendaraan DM dibangun untuk memberi performa dan fitur keselamatan yang mendukung kenyamanan berkendara. Teknologi ini dinilai relevan dengan kebutuhan serta daya beli konsumen Indonesia yang beragam.
Perusahaan juga mencatat bahwa perjalanan teknologi DM telah meluas di pasar global, dengan distribusi mencapai jutaan unit di berbagai negara, sebagai bukti adopsi dan pengujian skala besar.
Dengan kombinasi efisiensi, fleksibilitas penggunaan, dan fokus pada pengalaman berkendara, BYD berharap teknologi DM berperan penting dalam transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
SHEP MDTC Wahana Bekali 300 Siswa SMK Pengalaman Industri
Program SHEP MDTC Jatake bekali 300 siswa SMK pengalaman industri dan praktik teknis untuk siap kerja di sek...
4 Ban Ring 17 Termurah dan Tahan Lama untuk Ojol
Empat pilihan ban ring 17 untuk motor bebek yang awet, aman di hujan, dan harganya di bawah Rp250.000—rekome...
3 Pilihan Ban Matic Ring 14 Murah dan Tahan Banting untuk Ojol 2026
Pilihan ban matic ring 14 murah dan tahan banting untuk ojol di pertengahan 2026; rekomendasi Maxxis, IRC, d...
Motor Listrik Pilihan untuk Ojol: Hemat Operasional Juli 2026
Kenaikan BBM dorong ojol beralih ke motor listrik; tiga model Juli 2026 menawarkan jarak tempuh dan sistem s...
Changan Deepal S05 Diskon Rp20 Juta Saat Peluncuran
Changan Deepal S05 mendapat diskon Rp20 juta saat peluncuran; tersedia pilihan BEV dan REEV, klaim REEV capa...
MAXI Race Pecah, Skutik Premium Jadi Magnet YSR 2026
MAXI Race debut di YSR 2026 Mandalika (17–19 Juli), menarik 77 starter dan menonjolkan skutik premium dengan...