Taman Polkam Merdeka 81 Hiasi Trotoar Medan Merdeka
Taman Polkam Merdeka 81
Penataan dan tujuan
Penataan taman dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026 atas arahan Menko Polkam Djamari Chaniago. Kawasan itu dirancang agar lingkungan kantor lebih asri dan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, menjelaskan gagasan penataan tersebut. Menurutnya, taman dibuat agar peringatan kemerdekaan tidak hanya seremoni, tetapi juga bermakna bagi publik.
"Harapan Bapak Menko, kemerdekaan bukan sekadar diperingati, tetapi harus terus kita isi dengan optimisme, kerja nyata, kreativitas, kebersamaan, serta semangat pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,"
Dekorasi dan simbolisme
Taman dihiasi aneka bunga, buah-buahan, sayuran, serta hasil bumi khas Indonesia. Unsur-unsur itu dipilih sebagai simbol kekayaan alam, kesuburan tanah, dan keberagaman budaya bangsa.
- Bunga hias untuk suasana perayaan
- Buah dan sayuran sebagai simbol hasil bumi
- Pengaturan tanaman agar memberi ruang pejalan kaki
Respons publik
Antusiasme warga terlihat pada Minggu, 16 Agustus 2026 setelah kegiatan Car Free Day. Warga berdatangan menikmati suasana taman dan berfoto bersama keluarga. Beberapa pengunjung bahkan datang setelah berolahraga.
"Senang banget, ya, ada tempat seperti ini. Sangat menarik dan bagus. Saya sama anak-anak habis CFD ke sini untuk foto-foto," ujar Yuni, salah seorang pengunjung.
"Kami tahunya dari Instagram. Lagi viral dan menarik juga ada taman seperti ini. Jauh-jauh dari Bekasi kami ke sini untuk foto-foto, sekalian setelah olahraga," kata Riko.
Makna dan harapan
Honi menekankan bahwa taman ini bukan sekadar hiasan. Ia berharap keberadaan taman memperkuat semangat persatuan dan optimisme masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.
"Semangat kemerdekaan harus melahirkan optimisme dan memperkuat persatuan. Mari kita jaga persatuan dan bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian untuk Indonesia yang lebih baik,"
Saat ini Taman Polkam Merdeka 81 berfungsi sebagai ruang publik sementara yang menghadirkan nuansa kebersamaan, keceriaan, dan optimisme. Ke depan, taman ini diharapkan terus dimanfaatkan warga sebagai ruang interaksi sosial dan perayaan lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...