Lokal

Aceh Ajak Solidaritas untuk Korban Gempa Besar di Venezuela

Bagikan:
Warga terdampak gempa di Venezuela; solidaritas internasional diminta dari Aceh

Banda Aceh, 27 Juni 2026 — Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh sekaligus Ketua Fraksi PKS, Tuanku Muhammad S.Pd.I M.Ag, mengimbau pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada warga Venezuela yang terdampak gempa besar pada 24 Juni 2026. Ia menyerukan doa dan bantuan kemanusiaan melalui lembaga terpercaya menyusul kerusakan luas dan tingginya korban jiwa.

Pesan solidaritas dari Aceh

Tuanku Muhammad menegaskan hubungan emosional Aceh dengan bencana global. Menurutnya, pengalaman tsunami 26 Desember 2004 membuat masyarakat Aceh peka terhadap penderitaan bangsa lain. Ia mendorong agar nilai gotong royong dan ukhuwah tetap hidup, tidak hanya untuk sesama warga negara, tetapi juga untuk komunitas internasional.

"Orang Aceh sangat memahami bagaimana rasanya kehilangan keluarga, rumah, dan harapan dalam hitungan menit. Pengalaman itu mengajarkan kita bahwa di tengah bencana, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga hadirnya saudara-saudara yang menunjukkan kepedulian."

Ia mengingatkan pula bahwa pada masa pemulihan pascatsunami, dunia datang membantu tanpa memandang perbedaan. Salah satu bentuk solidaritas tersebut datang dari Pemerintah Venezuela yang pernah menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar US$2 juta untuk penanganan korban tsunami Indonesia.

Data kerusakan dan korban

Berdasarkan laporan terbaru, dua gempa berturut-turut berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026. Dampaknya meliputi kerusakan berat terutama di wilayah Caracas dan La Guaira. Hingga pembaruan, dilaporkan sedikitnya 589 orang meninggal, hampir 3.000 luka-luka, dan puluhan ribu warga terdampak. Pencarian korban masih berlangsung sehingga angka diperkirakan masih dapat bertambah.

Ajakan konkret: doa, dukungan, dan bantuan

Menanggapi besarnya dampak, Tuanku Muhammad mengajak pemerintah, organisasi kemanusiaan, ormas, komunitas pemuda, dan pelaku usaha untuk bersinergi. Ia menekankan pentingnya menyalurkan bantuan melalui lembaga terpercaya agar cepat tepat sasaran.

"Kita mungkin dipisahkan oleh ribuan kilometer, tetapi kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Ketika satu bangsa berduka, bangsa lain memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa persaudaraan antarumat manusia masih hidup."

Ia juga berharap masyarakat turut mendoakan kesabaran bagi keluarga korban dan kelancaran proses evakuasi serta pemulihan. Tuanku Muhammad mengingatkan agar kebaikan yang pernah diterima Aceh tidak dilupakan, melainkan dibalas dengan empati dan dukungan nyata bagi Venezuela.

Penutup: Solidaritas yang diusung Aceh kini diarahkan ke Venezuela, dengan harapan bantuan kemanusiaan dan doa kolektif dapat meringankan beban korban serta mempercepat proses pemulihan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait