Bandara Soetta Ditutup hingga Senin Pagi Imbas Erupsi Anak Krakatau
Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengumumkan penghentian sementara operasional penerbangan hingga Senin pukul 08.59 WIB akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan. Pengelola menyampaikan permintaan maaf kepada calon penumpang yang terdampak.
Dampak langsung: jumlah penumpang dan penerbangan terdampak
Penyebaran abu vulkanik memaksa penutupan operasi dan menyebabkan gangguan perjalanan massal. Manajemen mencatat akumulasi penerbangan yang tertunda dan dibatalkan, serta jumlah penumpang terdampak.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Penumpang terdampak | 119.215 |
| Penerbangan domestik terdampak | 671 |
| Penerbangan internasional terdampak | 232 |
| Penerbangan kargo terdampak | 20 |
| Total akumulasi penerbangan | 923 |
Imbauan bagi calon penumpang
Manajemen meminta calon penumpang mengecek status penerbangan sebelum menuju bandara. Informasi resmi bisa diperoleh melalui kanal maskapai masing-masing. Layanan contact center InJourney Airports 172 juga tersedia untuk konsultasi.
"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 08.59 WIB," ujar Assistant Deputy Communication and Legal Yudistiawan.
Yudistiawan menegaskan agar penumpang terus memantau pembaruan jadwal demi menghindari penumpukan di terminal dan menurunkan potensi gangguan layanan.
Upaya pemulihan dan keselamatan
Pengelola bandara bersama maskapai berkomitmen melakukan pemulihan jadwal secepat mungkin setelah operasional dibuka kembali. Evaluasi kelayakan fasilitas sisi udara dan kebersihan ruang udara akan terus dilakukan sebelum izin terbang diberikan.
Pihak bandara menyatakan layanan bagi penumpang yang tertahan akan diupayakan semaksimal mungkin untuk mengurangi ketidaknyamanan. Pemantauan kondisi vulkanik dan protokol keselamatan menjadi prioritas utama hingga situasi dinyatakan aman.
Calon penumpang diimbau untuk selalu mengikuti pengumuman resmi dan menunda perjalanan bila jadwal belum dipastikan, guna mengurangi risiko dan gangguan perjalanan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...