Rehan/Melati Melaju ke Final Surabaya International Challenge
Rehan Naufal Kusharjanto dan Melati Daeva Oktavianti memastikan satu tiket final Polytron Surabaya International Challenge 2026 setelah menundukkan Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana dalam laga semifinal di GOR Bulutangkis Soedirman, Surabaya, Sabtu 26 September 2026. Mereka menang straight set 21-16, 21-14 dalam pertandingan yang berlangsung 34 menit.
Kemenangan di semifinal
Rehan/Melati tampil dominan sejak awal dan berhasil menekan lawan sepanjang pertandingan. Skor akhir 21-16, 21-14 menunjukkan kontrol permainan yang lebih baik dari unggulan tersebut.
Pertandingan digelar di lapangan 2 GOR Soedirman dan menjadi tiket bagi pasangan itu ke partai puncak turnamen ganda campuran.
Komentar pemain
Melati mengakui Verrell/Bernadine adalah juniornya dari klub dan latihan. Hal itu memudahkan mereka membaca pola permainan lawan, menurut Melati.
"Kebetulan mereka adalah junior saya, baik di klub maupun dari sisi latihan, jadi kurang lebih kami sudah tahu permainan satu sama lain. Kami sudah bisa membaca permainan mereka, sehingga tadi saat bertanding sebenarnya tidak terlalu mengalami kesulitan,"
Meski demikian, Melati menekankan kesempatan menang tetap 50:50 karena lawan bermain tanpa beban namun waspada.
"Kalau dibilang yakin menang, sebenarnya masih fifty-fifty. Yang pasti kami tetap yakin, tetapi kami juga bermain nothing to lose dan tetap waspada,"
Rehan menambahkan bahwa kunci kemenangan adalah konsistensi dan tekanan terus-menerus agar lawan sulit mengembangkan permainan.
"Kami berusaha tetap konsisten dari setiap poin. Cara memukul, pergerakan, dan bagaimana kami terus menekan mereka supaya mereka tidak bisa mengembangkan permainan,"
"Dari awal kami memang terus berusaha menekan dan tidak boleh kendor. Kalau ada bola-bola mudah, jangan sampai mati sendiri. Itu yang terus kami jaga,"
Persiapan jelang final
Di final, Rehan/Melati akan menghadapi pasangan Bagas Maulana/Apriyani Rahayu. Rehan menyatakan mereka akan berusaha menikmati laga dan bermain lepas karena belum terlalu mengenal pola permainan lawan baru tersebut.
Sebagai persiapan, pasangan ini akan mempelajari pola permainan lawan melalui rekaman video untuk menyusun strategi teknik dan taktik yang tepat.
"Kami akan lihat video pertandingan mereka terlebih dahulu dan mempersiapkan strategi untuk besok. Antisipasinya tentu dari semua sisi, baik teknik, permainan, maupun strategi,"
"Tapi yang paling penting kami mau enjoy dan menampilkan permainan terbaik,"
Penutup
Kemenangan ini menempatkan Rehan/Melati sebagai salah satu unggulan yang siap bersaing di final. Pertandingan penentuan akan jadi ujian taktik dan kesiapan mental mereka menghadapi pasangan yang belum mereka kenal secara mendetail.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Ana/Meilysa Gagal ke Perempat Asian Games 2026
Febriana/Meilysa tersingkir di 16 besar Asian Games 2026 setelah kalah 16-21, 21-15, 9-21 dari Lee/Baek di I...
Rahmat Erwin Pecahkan Rekor Dunia, Sumbang Emas untuk Indonesia
Rahmat Erwin juara kelas 75 kg angkat besi Asian Games 2026 dengan total 366 kg dan rekor clean and jerk 206...
Marciano Apresiasi Rahmat Erwin Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Marciano Norman memuji Rahmat Erwin yang merebut emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi 75 kg di Asian...
Proton FC Kuningan Menang Telak 6-0 atas Nanzaby
Proton FC Kuningan membuka Pro Futsal League 2026/2027 dengan kemenangan 6-0 atas Nanzaby FC Kepri di GOR PO...
Ole Romeny: Chemistry Timnas Indonesia Sudah Seperti Keluarga
Ole Romeny sebut chemistry Timnas Indonesia sudah seperti keluarga jelang FIFA ASEAN Cup 2026; kemenangan at...
Putri Wardani Tersingkir, Impian Semifinal Asian Games 2026 Gagal
Putri Kusuma Wardani tersingkir di 16 besar Asian Games 2026 setelah kalah 10-21, 13-21 dari Unnati Hooda di...