Kalah dari Jepang, Lanny/Ester Tersingkir di Semifinal Surabaya
Lanny Tria Mayasari dan Ester Nurumi Tri Wardoyo gagal melaju ke final Polytron Surabaya International Challenge 2026 setelah dikalahkan pasangan Jepang, Mikoto Aiso/Momoha Niimi, pada Sabtu, 26 September 2026 di GOR Bulutangkis Soedirman.
Ringkasan pertandingan
Lanny/Ester menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21, 16-21 dalam tempo 42 menit. Kekalahan ini menghentikan langkah ganda putri Indonesia di babak semifinal turnamen level International Challenge.
Taktik dan momen krusial
Pada gim pertama, Mikoto/Momoha menerapkan pola permainan cepat yang membuat Lanny/Ester kesulitan menyesuaikan ritme. Pasangan Indonesia mencoba mengikuti kecepatan lawan sehingga kehilangan kendali permainan.
Di game pertama mereka polanya cepat, dan kami malah penasaran untuk terus mengadu permainan cepat sehingga kami justru keteteran. Seharusnya kami lebih banyak membuka permainan dan tidak terbawa pola mereka
Pada gim kedua, Lanny/Ester sempat menemukan pola permainan yang lebih cocok. Namun, mereka gagal menjaga konsistensi pada poin-poin akhir sehingga tak mampu membalikkan keadaan.
Di game kedua kami sudah mulai menemukan polanya, tetapi di akhir-akhir kami kurang konsisten
Evaluasi dan rencana ke depan
Lanny menekankan perlunya kesiapan menghadapi berbagai pola permainan dan mengingatkan agar tidak terlalu terprovokasi mengikuti gaya lawan. Menurutnya, fokus perbaikan adalah bagaimana menghadapi permainan cepat seperti yang diperagakan pasangan Jepang tadi.
Ke depannya kami harus selalu siap dengan berbagai macam pola permainan. Mau sudah masuk delapan besar atau menghadapi lawan dengan pola seperti apa pun, kami harus bisa mengantisipasinya
Ester menyambut positif perkembangan pasangan baru ini meski kalah. Ia menilai lawan bermain sangat keras dan menyoroti pentingnya kesabaran serta konsistensi pada poin-poin krusial.
Kalau melihat tiga pertandingan yang sudah kami jalani, puji Tuhan sudah cukup baik dan lebih baik. Dari pertandingan ini kami belajar lagi, terutama menghadapi lawan seperti pasangan Jepang yang lebih tough
Pasca kekalahan ini, pasangan Lanny/Ester akan fokus memperbaiki aspek konsistensi dan kesiapan taktik untuk menghadapi variasi lawan di turnamen berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Rahmat Erwin Pecahkan Rekor Dunia, Sumbang Emas untuk Indonesia
Rahmat Erwin juara kelas 75 kg angkat besi Asian Games 2026 dengan total 366 kg dan rekor clean and jerk 206...
Marciano Apresiasi Rahmat Erwin Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Marciano Norman memuji Rahmat Erwin yang merebut emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi 75 kg di Asian...
Proton FC Kuningan Menang Telak 6-0 atas Nanzaby
Proton FC Kuningan membuka Pro Futsal League 2026/2027 dengan kemenangan 6-0 atas Nanzaby FC Kepri di GOR PO...
Ole Romeny: Chemistry Timnas Indonesia Sudah Seperti Keluarga
Ole Romeny sebut chemistry Timnas Indonesia sudah seperti keluarga jelang FIFA ASEAN Cup 2026; kemenangan at...
Putri Wardani Tersingkir, Impian Semifinal Asian Games 2026 Gagal
Putri Kusuma Wardani tersingkir di 16 besar Asian Games 2026 setelah kalah 10-21, 13-21 dari Unnati Hooda di...
Rosan Puji Rumah Indonesia di Nagoya sebagai Dukungan Kontingen
Rosan Roeslani memuji Rumah Indonesia di Nagoya sebagai pusat dukungan kontingen Asian Games 2026; fasilitas...