Qatar Andalkan Gelandang dan Sayap Hadapi Kanada
Qatar menatap laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 kontra Kanada di BC Place, Vancouver, Jumat 19 Juni dini hari WIB dengan penuh percaya diri setelah meraih imbang lawan Swiss pada pertandingan pembuka. Tim asuhan Julen Lopetegui mengandalkan kombinasi gelandang kreatif dan pemain sayap untuk membongkar pertahanan lawan dan mempertahankan rekor kebugaran skuad.
Imbang lawan Swiss jadi modal penting
Kemenangan moral dari hasil imbang melawan Swiss memberi dorongan kepercayaan diri bagi Qatar. Hasil itu menegaskan efektivitas taktik yang menempatkan sayap dan gelandang sebagai sumber serangan utama. Akram Afif, yang musim ini mencetak 15 gol untuk klubnya Al-Sadd, kembali menjadi ancaman terbesar bagi lini belakang Kanada.
Siapa pemain kunci dan susunan tim
Peran Afif akan didukung oleh Edmílson Junior dan Yusuf Abdurisag di lini depan. Di lini tengah, pengaturan tempo dan distribusi bola akan menjadi tugas Jassem Gaber, Issa Laye, dan Ahmed Fathy. Untuk menghadang serangan Kanada, Lopetegui menaruh kepercayaan pada Ró-Ró serta Boualem Khoukhi di lini belakang.
Susunan awal yang diperkirakan (4-3-3):
- Mahmud Abunada (kiper)
- Ayoub Al-Oui, Pedro Miguel, Boualem Khoukhi, Homam Ahmed (bek)
- Jassem Gaber, Issa Laye, Ahmed Fathy (gelandang)
- Akram Afif, Yusuf Abdurisag, Edmilson Junior (penyerang)
Pelatih: Julen Lopetegui
Taktik Lopetegui dan kondisi skuad
Lopetegui membangun skuad dengan fokus pada pertahanan yang rapi dan serangan cepat melalui sayap. Pendekatan itu sempat gagal dalam persiapan pra-turnamen saat Qatar kalah 0-3 dari Tunisia dan 0-1 dari Irlandia. Namun, performa saat menghadapi Swiss menunjukkan perbaikan taktik dan eksekusi lapangan.
Pelatih juga menegaskan tidak ada masalah kebugaran menjelang duel melawan Kanada. Seluruh 26 pemain dinyatakan bebas cedera dan siap dimainkan, memberi opsi rotasi bagi staf pelatih jika diperlukan.
"Tak ada tekanan pada tim kami. Jika anda mengejar mimpi, maka anda tak akan merasa tertekan. Anda bisa lihat bagaimana ambisi dan antusias kami,"
Proyeksi dan implikasi pertandingan
Jika Qatar mampu mempertahankan stabilitas pertahanan dan memaksimalkan peran Afif serta sayapnya, mereka berpeluang merepotkan Kanada yang mengandalkan fisik dan serangan cepat. Hasil dari laga ini akan menentukan arah klasemen Grup B dan peluang lolos ke babak berikutnya.
Pertandingan di Vancouver menjadi ujian kapasitas Qatar untuk mempertahankan performa setelah hasil imbang pertama, sekaligus momen penting bagi Lopetegui untuk menunjukan adaptasi taktiknya di panggung Piala Dunia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Jonatan Christie Lolos 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Jonatan Christie melaju ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai kalahkan Jia Heng Jason Teh 19-21, 21-19,...
Lyon Tahan Imbang Fenerbahçe 1-1, Fonseca Puas
Lyon menahan imbang Fenerbahçe 1-1 di leg pertama play-off Liga Champions; Fonseca tetap puas dan waspada je...
Playoff UCL: Fenerbahce Ditahan Lyon 1-1 di Istanbul
Fenerbahce ditahan Lyon 1-1 di leg pertama playoff kualifikasi UCL di Istanbul. Greenwood menyamakan cepat s...
155 Atlet dari 8 Negara Ikuti Indonesia Open Woodball 2026 di Bali
155 atlet dari delapan negara bersaing dalam 12 nomor Indonesia Open Woodball 2026 di Lapangan Cricket Udaya...
Rehan/Gloria Gugur di 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Rehan/Gloria tersingkir di 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah kalah 21-9, 18-21, 19-21 dari Ye/Nicole...
Persija Menang 2-1 di Bangkok, Rayhan Hannan Cetak Dua Gol
Persija menang 2-1 atas Police Tero di Bangkok (19 Agustus 2026); Rayhan Hannan cetak dua gol dan Shin Tae-y...