Prabowo Serahkan Smartboard untuk Anak Binaan LPKA Tangerang
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan smartboard (papan tulis interaktif) kepada warga binaan LPKA Kelas I Tangerang, Selasa 21 Juli 2026. Penyerahan ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dan sebagai upaya memperluas akses pembelajaran teknologi bagi anak binaan.
Bantuan dan rencana penambahan
Bantuan smartboard yang diserahkan saat kunjungan tersebut merupakan tahap awal. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyatakan bantuan ini baru satu unit dan akan ditingkatkan di masa mendatang.
"Tadi saya lihat ada bantuan dari Bapak Presiden ya, smartboard dan ini baru satu. Nanti ke depan juga akan ditingkatkan lagi, dapat tiga lagi,"
Menurut Dudung, bantuan serupa sudah merata diterima oleh sekolah umum maupun lembaga pemasyarakatan anak. Hal ini untuk memastikan anak didik mendapat akses teknologi yang setara.
Data anak binaan dan tujuan pembinaan
Dudung menyebut ada sekitar 2.000 anak binaan di seluruh Indonesia yang saat ini berada dalam pembinaan. Ia menegaskan negara hadir untuk melindungi hak-hak anak sekaligus membuka kesempatan pendidikan dan keterampilan.
"Mereka anak-anak kita semua dan tentunya berhadapan dengan hukum ya, saat ini yang sedang berjalan. Tentunya negara hadir di sini tetap melindungi hak-hak anak,"
Program yang berjalan mencakup kelanjutan pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pembinaan mental dan agama. Tujuannya agar setelah kembali ke masyarakat, anak-anak mampu mengembangkan keterampilan dan menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi.
Kunjungan KSP dan evaluasi program
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan kunjungan KSP juga untuk mengecek kesetaraan program di daerah. Ia menyambut positif pengecekan dan hasil yang menunjukkan perlakuan serupa bagi peserta didik di daerah dan LPKA ini.
"Saya bersyukur di tengah sela-sela kesibukan, beliau bisa hadir dalam rangka untuk menyemarakkan HAN yang dilaksanakan pada tanggal 23 nanti,"
Agus menambahkan, berdasarkan hasil rapat, pembagian bantuan akan ditambah dan disalurkan ke seluruh Lapas Anak di Indonesia. Harapannya, anak binaan dapat mengikuti perkembangan teknologi sesuai strata mereka.
Implikasi dan prospek ke depan
Pemberian smartboard ini membuka peluang perbaikan kualitas pembelajaran di lembaga pemasyarakatan anak. Dengan akses teknologi, proses pendidikan dan pelatihan keterampilan diharapkan menjadi lebih efektif dan relevan terhadap kebutuhan dunia kerja.
Ke depan, pemerintah berencana menambah jumlah unit dan memperluas distribusi ke seluruh Lapas Anak. Langkah ini diharapkan mendukung reintegrasi sosial dan peningkatan kapasitas anak binaan setelah kembali ke masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...