Oknum Polisi Ditangkap Usai Bobol Toko Emas di Tapaktuan
PADA Sabtu, 18 Juli 2026, Kepolisian Daerah Aceh menangkap MZ (28), seorang oknum anggota Polri, kurang dari 12 jam setelah melakukan perampokan bersenjata di Toko Emas Amin Setia, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan. Penangkapan berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB di Gampong Lhok Bengkuang, setelah polisi menganalisis rekaman CCTV dan melakukan pengejaran intensif.
Penangkapan dan barang bukti
Tim gabungan Polres Aceh Selatan dan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti. Tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Aceh, yang telah mengambil alih penanganan perkara.
| Barang Bukti | Perkiraan Jumlah / Berat | Perkiraan Nilai |
|---|---|---|
| Perhiasan emas | ~150 mayam / ~495 gram | Diperkirakan lebih dari Rp800 juta |
| Senjata api | 1 pucuk (sedang didalami asal-usulnya) | — |
| Sepeda motor | 1 unit (diduga digunakan pelaku) | — |
"Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana tersebut,"
pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto.
Kronologi perampokan
Perampokan terjadi sekitar pukul 08.40 WIB. Dari rekaman CCTV, pelaku datang sendiri dengan berpura-pura menjadi pembeli. Setelah berada di dalam toko, pelaku mengeluarkan senjata, memecahkan kaca etalase, dan membawa lari sejumlah perhiasan.
Pelaku kemudian kabur menggunakan sepeda motor menuju kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tapaktuan. Tim kepolisian mengumpulkan bukti melalui olah TKP, pemeriksaan saksi, dan analisis rekaman CCTV sebelum melakukan pengejaran yang berujung pada penangkapan di Ujung Pasir.
Motif, proses hukum, dan respons Polda
Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya. Penyidik menduga motif awalnya berkaitan dengan tekanan ekonomi, namun penyidikan masih berlangsung untuk menelusuri kemungkinan motif lain atau keterlibatan pihak lain.
"Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas,"
Polda Aceh menegaskan status tersangka sebagai anggota Polri tidak akan memengaruhi proses hukum. Kombes Joko juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas keterlibatan oknum aparat dan menegaskan komitmen penegakan hukum yang profesional dan tanpa pandang bulu.
Tindak lanjut
Penyidik masih mendalami asal-usul senjata, menghitung total kerugian korban, dan mencari kemungkinan keterlibatan jaringan lain. Pemeriksaan lanjutan akan menentukan berkas perkara sebelum tahap penahanan dan proses peradilan berjalan.
Kasus ini menghentikan spekulasi publik terkait identitas pelaku dan menjadi perhatian serius Polda Aceh untuk menjaga keamanan serta kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Maulid Akbar Kuta Malaka: Santuni 70 Yatim, 2.000 Jamaah
Maulid Akbar di Masjid Samahani, Kuta Malaka, 8 November, memberi santunan kepada 70 anak yatim dan diperkir...
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...
Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III untuk menindaklanjuti kelu...
RSUP H. Adam Malik Rayakan HKN ke-62: Indonesia Bergerak
RSUP H. Adam Malik menggelar rangkaian HKN ke-62 sepanjang November 2026, termasuk program Indonesia Bergera...