Luis Fabini Ungkap Kesulitan Dana Saat Mengabadikan Gaucho
Fotografer asal Uruguay Luis Fabini menceritakan perjalanan awalnya mendokumentasikan komunitas gaucho, termasuk tantangan dana yang dialami sebelum proyeknya mendapat dukungan institusi seni. Kisah itu dipaparkan dalam dialog daring "Luis Fabini: Behind Gauchos" pada Rabu malam, 10 Juni 2026.
Awal perjalanan dan ketertarikan pada gaucho
Fabini mengatakan ia memulai perjalanan ke wilayah utara Uruguay dengan kondisi keuangan yang terbatas. Ia menumpang kendaraan dan melakukan perjalanan secara sederhana untuk sampai ke peternakan dan pemukiman para gaucho.
Setibanya di lokasi, ia tertarik pada gaya hidup dan nilai yang dijaga komunitas tersebut. Ketertarikan itu mendorongnya menetapkan gaucho sebagai fokus proyek fotografi jangka panjang.
Tantangan pendanaan yang panjang
Walau memiliki visi jelas, Fabini menghadapi kesulitan mendapatkan pendanaan. Ia menyebutkan proses pencarian sumber dana berlangsung berlarut, sekitar dua tahun, sebelum akhirnya mendapat dukungan yang memungkinkan kelanjutan proyek.
Saya berangkat menuju wilayah utara Uruguay dan mulai memotret kehidupan para gaucho yang menarik perhatian.
Menurut Fabini, banyak pihak awalnya belum memahami tujuan proyek tersebut, padahal konsepnya sederhana: mendokumentasikan kehidupan gaucho sebagai bagian identitas budaya Uruguay.
Saya mengalami kesulitan memperoleh dukungan karena banyak orang belum memahami tujuan proyek yang sedang dijalankan. Padahal konsepnya sederhana, yaitu mendokumentasikan kehidupan gaucho sebagai bagian identitas budaya masyarakat Uruguay.
Dukungan lembaga seni dan perkembangan karya
Setelah proses panjang, Fabini menerima bantuan dari sebuah lembaga seni berbasis di New York. Bantuan itu menjadi titik balik yang memungkinkan dokumentasi dilanjutkan secara intensif.
Dengan pendanaan tersebut, ia menelusuri berbagai wilayah Uruguay untuk mengabadikan kehidupan gaucho. Hasil dokumentasi itu berkembang menjadi karya fotografi yang mendapat perhatian internasional.
Dua gaucho menggiring sapi di sebuah peternakan di Uruguay. (Foto: Instagram/@luisfabini)
Pameran dan konteks diplomatik
Pameran karya Fabini dipajang di Galeri Nasional Indonesia sebagai bagian peringatan enam dekade hubungan diplomatik Uruguay-Indonesia. Menurut pihak kedutaan, momen itu dipandang penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara.
Peringatan enam puluh tahun hubungan diplomatik menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara ke depan. Tahun ini sangat istimewa bagi kami dan menjadi kesempatan memperluas hubungan pada berbagai bidang strategis.
Selain nilai estetika, proyek ini menekankan pentingnya dokumentasi budaya sebagai upaya melestarikan identitas. Dukungan internasional dinilai membuka peluang bagi karya-karya serupa untuk dikenal lebih luas.
Ke depan, keberlanjutan proyek bergantung pada kombinasi pendanaan, dukungan institusional, dan minat publik terhadap dokumentasi budaya tradisional. Fabini terus melanjutkan pemotretan dengan fokus memperdalam narasi visual kehidupan gaucho di Uruguay.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...