Laporte: Pilih Spanyol, Saya Tak Menyesal soal Naturalisasi
Bek Timnas Spanyol Aymeric Laporte menyatakan ia tak menyesal memilih naturalisasi ke Spanyol dan menolak peluang membela Prancis, menjelang semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis. Dalam wawancara pada Senin, 13 Juli 2026, Laporte menyebut keputusan itu merupakan pilihan terbaik dalam hidupnya meski prosesnya sulit dan memicu perdebatan.
Alasan memilih Spanyol
Laporte mengatakan keputusan bergabung dengan Spanyol bukan sekadar peluang. Menurutnya, gaya permainan La Roja lebih sesuai dengan karakter permainannya sebagai bek tengah, sehingga ia merasa bisa memberikan kontribusi maksimal.
Itu adalah masa yang sulit bagi saya. Tetapi saya telah mengambil keputusan dan saya sangat bahagia dengan itu.
Ia menegaskan bahwa kenyamanan di tim serta kesempatan untuk tampil sesuai perannya menjadi faktor penentu. Keputusan itu diambil secara sadar dan sudah dipertimbangkan matang.
Respons media dan pengalaman pribadi
Laporte mengakui proses naturalisasi mendapat perhatian media yang besar. Ia merasa sorotan terhadap dirinya jauh lebih intens dibandingkan sejumlah mantan rekan setim semasa usia muda di Prancis yang kemudian membela negara lain.
Saya bermain bersama sekitar 22 atau 23 pemain di tim muda Prancis yang kemudian membela negara lain. Namun, kasus mereka tidak mendapat sorotan sebesar yang saya alami.
Ia juga menyinggung adanya kepentingan di luar aspek teknis dalam pemberitaan sepak bola modern. Laporte menceritakan pengalaman dengan sebuah majalah olahraga yang menurutnya menilai bukan semata performa ketika merangkai tim terbaik.
Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak masuk dalam susunan pemain terbaik karena saya tidak menyumbangkan jersey. Hal-hal seperti itu menunjukkan bahwa terkadang ada kepentingan pribadi yang bisa menguntungkan atau merugikan seorang pemain.
Peran dan harapan di La Roja
Laporte menegaskan perannya di Spanyol memberi ruang bagi permainannya berkembang. Ia menyebut gaya permainan tim nasional Spanyol membuatnya merasa paling nyaman dan mampu menunjukan kemampuan terbaik.
Gaya permainan yang kami terapkan di sini adalah yang membuat saya merasa paling nyaman. Di sinilah saya merasa bisa memberikan kemampuan terbaik.
Piala Dunia 2026 dan komentar tentang rekan lama
Menjelang semifinal melawan Prancis, Laporte menyatakan fokus timnya adalah terus melaju di turnamen. Dia juga menyampaikan empati terhadap pemain lain yang tersingkir, termasuk Cristiano Ronaldo yang menurutnya merupakan figur penting dalam sepak bola.
Dia adalah pemain yang sangat penting bagi dunia sepak bola dan tentu disayangkan melihatnya harus pulang. Namun sekarang fokus kami adalah terus melaju di Piala Dunia.
Keputusan naturalisasi Laporte tetap menjadi bagian dari diskusi besar soal identitas dan strategi tim nasional modern. Untuk La Roja, kehadiran bek berpengalaman ini diharapkan memperkuat lini belakang saat menghadapi laga-laga krusial ke depan.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Shubair Ungkap Cara Hentikan Penalti Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Kiper Mesir Mustafa Shubair jelaskan strategi dan peran keberuntungan saat menggagalkan penalti Lionel Messi...
Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Taklukkan Zverev
Jannik Sinner mempertahankan gelar Wimbledon setelah menaklukkan Alexander Zverev 6-7, 7-6, 6-3, 6-4 pada 12...
Messi Antusias Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Lionel Messi antusias hadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026; laga pertama kariernya melawan timnas In...
Haaland: Norwegia Bangga di Piala Dunia 2026
Erling Haaland menyatakan bangga Norwegia melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, yang meningkatkan perha...
Empat Tim Peringkat Teratas FIFA Lolos ke Semifinal Piala Dunia
Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris jadi empat tim peringkat teratas FIFA yang melaju ke semifinal Pial...
Bellingham Cetak Brace di Azteca, Samai Rekor Maradona
Jude Bellingham mencetak dua gol di Stadion Azteca dan membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026, sekali...