Kemenpora dan UGM Tandatangani MoU untuk Kepemudaan & Olahraga
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menandatangani Nota Kesepahaman pada Minggu, 24 Mei 2026, di Yogyakarta. MoU ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kepemudaan dan keolahragaan. Penandatanganan diharapkan menjadi dasar lahirnya program-program konkret yang memberi manfaat luas bagi pemuda dan dunia olahraga.
Isi Nota Kesepahaman
MoU mencakup pelaksanaan bersama kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada pengembangan kepemudaan dan keolahragaan. Kerja sama juga akan memanfaatkan teknologi digital dan data untuk pemetaan potensi pemuda secara lebih tepat sasaran. Selain itu, UGM menegaskan keterlibatan Unit Kegiatan Mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan kompetensi olahraga di kampus.
- Pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia
- Penelitian dan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi
- Pengabdian kepada masyarakat dalam program kepemudaan dan olahraga
Pernyataan pejabat
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, berharap sinergi ini menjadi landasan program yang berdampak. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan data dan teknologi untuk merancang program yang efektif.
Kami berharap kerja sama ini dapat semakin diperkuat melalui pemanfaatan big data dan teknologi digital untuk memetakan potensi pemuda Indonesia secara lebih tepat sasaran, sehingga program-program kepemudaan dan olahraga dapat dirancang secara lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat
Saya percaya sinergi antara Kemenpora dan UGM dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah dan perguruan tinggi bekerja bersama membangun ekosistem kepemudaan dan olahraga yang modern, inovatif, dan berdaya saing global
Taufik juga mengapresiasi komitmen UGM dan menekankan bahwa pembangunan kepemudaan dan olahraga harus dilakukan secara terpadu antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Rektor UGM, Prof Ova Emilia, menyatakan bahwa MoU ini merupakan perpanjangan kolaborasi sejak 2014 dan langkah baru bagi masa depan olahraga Indonesia. Ia menegaskan fokus pada pengembangan yang berbasis riset dan teknologi.
Khususnya dalam pengembangan kepemudaan dan keolahragaan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi
Dampak dan langkah selanjutnya
UGM menyatakan MoU ini akan ditindaklanjuti oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan atau FKKMK untuk menyusun program teknis. Implementasi akan meliputi peningkatan kapasitas SDM, kurikulum pelatihan, riset kolaboratif, serta program pengabdian masyarakat.
Dengan dukungan data dan teknologi, pihak Kemenpora dan UGM berharap program bisa lebih terarah dan berdampak panjang. Ke depan, kedua pihak akan memonitor pelaksanaan untuk memastikan hasil nyata bagi pengembangan kepemudaan dan prestasi olahraga nasional.
Berita Terkait
Kekalahan Man City 1-2 Warnai Perpisahan Guardiola dkk
Man City kalah 1-2 dari Aston Villa di Etihad (24 Mei 2026); Watkins brace dan perpisahan Guardiola, Stones,...
Djokovic Bangkit, Amankan Tiket Putaran Kedua French Open 2026
Djokovic bangkit dan menang 5-7, 7-5, 6-1, 6-4 atas Giovanni Perricard di Roland Garros, maju ke putaran ked...
Maarten Paes Pahlawan, Ajax Lolos Kualifikasi Liga Konferensi
Maarten Paes menggagalkan dua penalti dan membawa Ajax menang 4-3 atas FC Utrecht, memastikan tiket kualifik...
Robertson dan Salah Ucapkan Selamat Tinggal Usai 9 Tahun di Liverpool
Andy Robertson dan Mohamed Salah mengakhiri sembilan tahun di Liverpool secara emosional setelah imbang 1-1...
Liverpool Amankan Tiket Liga Champions usai Imbang 1-1
Liverpool memastikan tiket Liga Champions setelah imbang 1-1 vs Brentford di Anfield; Arne Slot soroti ceder...
PFL 2025/2026: Empat Tim Lolos ke Final Four dan Tiket Intercontinental
Babak reguler PFL 2025/2026 ditutup di Tangerang; Fafage, Cosmo JNE, Black Steel Papua, dan Bintang Timur lo...