Ekonomi

KAI dan KCIC Ajak 607 Anak Panti Naik Kereta Cepat Whoosh

Bagikan:
Anak panti asuhan menaiki kereta cepat Whoosh dalam program edukatif KAI KCIC

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dengan PT KCIC mengajak 607 anak panti asuhan menaiki kereta cepat Whoosh pada Selasa, 22 September 2026. Rombongan berangkat dari Stasiun Halim menuju Stasiun Tegalluar Summarecon. Kegiatan bertajuk Whoosh Berbagi Ceria Batch II melibatkan 38 pendamping dari 20 panti asuhan sebagai bagian perayaan ulang tahun KAI.

Agenda dan tujuan

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan moda transportasi berteknologi tinggi kepada anak-anak panti. Selain pengalaman naik kereta cepat, penyelenggara memberikan santunan, bingkisan, dan paket alat tulis sekolah. Tujuan utama adalah berbagi kebahagiaan dan menumbuhkan pemahaman tentang perkembangan perkeretaapian Indonesia.

Rangkaian acara di perjalanan

Selama perjalanan, peserta mendapatkan pengenalan armada, penjelasan profesi di sektor perkeretaapian, serta tata cara keselamatan di stasiun dan kereta. Panitia juga menyiapkan kegiatan edukatif agar anak-anak lebih mengenal aspek teknis dan operasional kereta cepat. Kegiatan dipandu oleh tim KAI dan KCIC agar pengalaman tetap aman dan bermanfaat.

Keterangan resmi penyelenggara

Direktur Keuangan dan Umum KAI, Indarto Pamoengkas, menjelaskan latar belakang program saat acara berlangsung. Ia menegaskan pentingnya mempertemukan generasi muda dengan perkembangan teknologi transportasi nasional.

“KAI ini sudah berjalan sangat panjang, mulai dari kereta biasa sampai sekarang kita memiliki kereta dengan teknologi tinggi seperti kereta cepat. Pada kesempatan ini kami ingin berbagi agar anak-anak dari panti asuhan ikut menikmati perkembangan yang telah dicapai bangsa Indonesia melalui PT KAI,”

Indarto menambahkan bahwa kegiatan juga memuat penyerahan santunan dan bingkisan sebagai bentuk kepedulian perusahaan.

“Kami berterima kasih kepada KCIC beserta jajaran yang sudah menyambut ajakan KAI untuk ikut berbagi dan memberikan kesempatan kepada anak-anak menikmati perjalanan menggunakan kereta cepat,”

Data layanan Whoosh

Manager Customer Relation Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Andre Purwandono, memberi apresiasi atas program ini. Ia mencatat bahwa sepanjang Januari–Agustus 2026 layanan Whoosh telah melayani 4.078.168 pelanggan. Angka itu menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap moda kereta cepat di koridor Jakarta–Bandung.

Manfaat dan prospek

Program ini memberi dua manfaat sekaligus: pengalaman langsung bagi anak panti asuhan dan promosi edukasi tentang transportasi modern. Ke depan, KAI dan KCIC berkomitmen melanjutkan program edukatif serupa untuk memperluas jangkauan manfaat kepada kelompok masyarakat yang lebih luas.

Dengan mempertemukan anak-anak dengan teknologi perkeretaapian, kedua perusahaan berharap tumbuhnya minat generasi muda terhadap profesi dan inovasi di bidang transportasi rel.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait