Olahraga

Jantar Mantar Pensiun, Akan Jadi Pejantan di Shadai Stallion Station

Bagikan:
Jantar Mantar, kuda pacu jantan berusia 5 tahun yang akan menjadi pejantan di Shadai Stallion Station

Jantar Mantar, kuda pacu jantan asal Jepang berusia 5 tahun, resmi pensiun dari pacuan kuda. Pengumuman ini disampaikan pelatihnya, Tomokazu Takano, pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah kondisi fisik kuda tersebut tidak pulih pascaikut serta di Champions Mile GI di Hong Kong.

Keputusan Pensiun

Takano menyatakan keputusan pensiun dibuat berdasarkan kondisi fisik Jantar Mantar yang menurun dan menghormati karier gemilangnya. Tim pelatih dan pemilik memilih mengakhiri karier lintasan demi keselamatan dan nilai genetik kuda itu.

Karier dan Prestasi

Jantar Mantar memulai debut pada Oktober 2023 dan langsung menarik perhatian publik. Ia memenangi Asahi Hai Futurity Stakes tanpa pernah kalah dalam tiga start awalnya.

Pada 2024 kuda ini menjuarai NHK Mile Cup. Lalu pada 2025 ia menambah koleksi gelar juara dengan kemenangan di Yasuda Kinen dan Mile Championship. Prestasi tersebut menjadikan Jantar Mantar sebagai kuda jantan pertama yang menaklukkan keempat balapan G1 satu mil di lintasan rumput domestik.

Pengaruh Perlombaan di Hong Kong

Menurut Takano, setelah turun di Champions Mile GI di Hong Kong, kondisi kebugaran Jantar Mantar tidak kunjung membaik. Kondisi ini menjadi faktor utama keputusan pensiun, meski kuda itu masih memiliki nilai tinggi sebagai calon pejantan.

Rencana di Stud

Ke depan, Jantar Mantar direncanakan akan ditempatkan sebagai pejantan di Shadai Stallion Station. Pilihan ini sesuai dengan catatan balap dan potensi keturunan yang diharapkan meneruskan kualitasnya.

Kata Pelatih dan Apresiasi

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan ucapan ‘terima kasih atas kerja kerasnya’ kepada Jantar Mantar. Kepada para pemilik, seluruh staf Shadai Farm, joki Katsutoshi Samejima, joki Masamasa Kawada, semua pihak yang terlibat dengan Jantar Mantar, serta seluruh staf kandang yang dipimpin oleh asisten Matsui, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,”

Takano juga menyoroti kualitas balap Jantar Mantar, khususnya daya tahan dan kecepatannya pada jarak satu mil. Ia menyatakan lega karena kuda itu kini dapat masuk ke stud dengan kondisi yang aman.

“Saya lega karena ia dapat masuk ke stud dengan selamat. Kemampuan balapnya yang luar biasa di jarak mil berasal dari daya tahan kecepatannya yang luar biasa,”

Pelatih menambahkan bahwa kematangan dini dan kemampuan berkembang membuat Jantar Mantar memenangkan G1 selama tiga tahun berturut-turut. Ia berharap keturunan Jantar Mantar kelak meneruskan prestasi sang ayah.

Implikasi: Pensiunnya Jantar Mantar menutup babak singkat namun gemilang dalam pacuan. Fokus kini beralih ke peranannya sebagai pejantan, yang berpotensi memengaruhi generasi kuda pacu Jepang ke depan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait