Olahraga

Iran Minta Izin Pakai Ban Hitam saat Laga Piala Dunia 2026

Bagikan:
Pemain Timnas Iran mengenakan ban lengan hitam sebagai tanda berkabung

Timnas Iran mengajukan permohonan resmi kepada FIFA untuk mengenakan ban lengan hitam saat menghadapi Mesir pada Piala Dunia 2026. Permintaan itu terkait peringatan Asyura dan dijadwalkan berlaku pada laga 26 Juni 2026 di Lumen Field, Seattle.

Permohonan resmi ke FIFA

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengirimkan surat tertulis kepada FIFA meminta izin agar pemain memakai pita atau ban lengan hitam pada pertandingan melawan Mesir. Sampai saat ini, FIFA belum memberikan jawaban resmi atas permohonan tersebut.

Timnas Iran mengajukan permohonan kepada FIFA agar para pemainnya diizinkan mengenakan ban lengan hitam saat menghadapi Mesir di Piala Dunia 2026

Alasan: peringatan Asyura

FFIRI menjelaskan bahwa penggunaan ban hitam dimaksudkan sebagai tanda berkabung dan penghormatan karena pertandingan bertepatan dengan hari Asyura. Dalam tradisi Islam, Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram dan sering diperingati sebagai hari berkabung bagi sebagian umat, terkait peristiwa Karbala pada tahun 680 yang melibatkan Husein bin Ali.

Reaksi dan posisi FIFA

Hingga permohonan dikonfirmasi atau ditolak, FIFA belum mengeluarkan keputusan resmi. Dalam konteks berbeda, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan kegembiraannya karena Iran akan tampil di Piala Dunia 2026 dan menekankan nilai persatuan turnamen.

FIFA menegaskan bahwa seluruh negara peserta harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam ajang Piala Dunia tanpa pengecualian. FIFA juga berharap seluruh pertandingan berjalan dalam suasana aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas sepak bola dunia.

Potensi dampak dan langkah berikutnya

Keputusan FIFA soal izin memakai ban lengan hitam akan menentukan apakah pemain Iran bisa menampilkan pita tersebut pada laga 26 Juni. Jika disetujui, tindakan ini berfungsi sebagai ekspresi budaya dan keagamaan yang juga dapat menimbulkan perdebatan tentang simbol politik atau agama di lapangan olahraga.

Sementara menunggu jawaban FIFA, semua pihak—termasuk federasi, ofisial pertandingan, dan penyelenggara turnamen—perlu menyiapkan prosedur teknis untuk memastikan pemakaian ban sesuai aturan keselamatan dan regulasi perlengkapan pemain.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait