Kemenperin Dorong IKM Fesyen Rancang Produk Berbasis Pasar
Kementerian Perindustrian mendorong industri kecil dan menengah (IKM) fesyen dan kriya merancang produk sesuai kebutuhan pasar melalui program Design Canvas & Design Maker 2026. Program ini resmi kick off pada 17 September 2026 di Auditorium BPIFK, Badung, Bali, dan bertujuan meningkatkan relevansi produk IKM dengan preferensi konsumen.
Program dan tujuan
Kegiatan yang digagas oleh BPIFK ini mengusung tema "Read the Market, Design the Product: Menjawab Kebutuhan Konsumen melalui Desain". Targetnya adalah membantu pelaku IKM memahami karakter dan preferensi konsumen sejak tahap awal perancangan produk.
“Pengembangan produk tidak cukup hanya berangkat dari pertanyaan mengenai apa yang dapat diproduksi. Tetapi juga perlu mempertimbangkan siapa konsumennya, apa kebutuhannya, serta peluang apa yang dapat dijawab melalui produk tersebut,” ujar Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian, dalam keterangan di Jakarta, 1 Oktober 2026.
Model kerja: co-creation antara IKM dan kampus
Design Canvas dan Design Maker 2026 menerapkan pendekatan co-creation yang mempertemukan pelaku usaha dengan civitas akademika. Program melibatkan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana.
Reni menekankan pentingnya kolaborasi untuk menyatukan pengalaman industri dan kreativitas akademik. Ia berharap model ini menghasilkan ide dan prototipe yang siap dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
“Melalui komposisi peserta yang terdiri dari IKM dan mahasiswa, kami berharap tercipta proses pembelajaran dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menyelesaikan kebutuhan nyata industri, sementara IKM memperoleh perspektif, ide, dan alternatif pengembangan produk,” kata Reni.
Peran BPIFK dan mitra
BPIFK menggandeng CAP Bali sebagai mitra kolaborator untuk pendampingan mulai pengembangan ide dan desain hingga penguatan pemasaran dan pengembangan usaha. Kepala BPIFK, Dickie Sulistya Aprilyanto, menjelaskan alur program yang saling berkesinambungan.
“Selanjutnya, Design Maker mengarahkan gagasan tersebut ke tahap pembuatan prototipe dan penyempurnaan produk. Dengan mempertimbangkan aspek desain, fungsi, serta potensi pengembangannya menjadi produk bernilai tambah,” ujar Dickie.
Pelaksanaan dan materi
Kick Off diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas dinas industri, pelaku IKM, dosen, dan mahasiswa dari Bali. Narasumber berasal dari akademisi dan pelaku industri kreatif.
- Materi: pemahaman kebutuhan dan preferensi konsumen
- Riset pasar dan perumusan konsep desain
- Penerjemahan gagasan menjadi prototipe dan produk bernilai tambah
Dampak dan prospek
Kemenperin berharap program ini mendorong IKM untuk melihat kembali produk dari perspektif konsumen serta membuka peluang bagi mahasiswa menerapkan kreativitas pada permasalahan nyata industri. Jika berjalan konsisten, kolaborasi ini diharapkan memperkuat daya saing IKM fesyen dan kriya di pasar domestik maupun ekspor.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...