Hubble Capai 200 Ribu Orbit, Pantau Kembalinya Supernova Athena
Teleskop Luar Angkasa Hubble menyelesaikan orbit ke-200.000 mengelilingi Bumi pada Sabtu, 19 September 2026, sekaligus melakukan pengamatan ulang terhadap supernova bernama Athena yang diperkirakan akan kembali terlihat dari Bumi hingga Maret 2027. Selama lebih dari 36 tahun operasi, Hubble telah menempuh sekitar 8 miliar kilometer dan menghasilkan lebih dari 1,7 juta observasi, menurut data NASA pada 24 September 2026.
Pengamatan Supernova Athena
Observasi berkaitan dengan salah satu warisan ilmiah utama Hubble: pengukuran laju pemuaian alam semesta atau Konstanta Hubble. Pengamatan terbaru menargetkan kemunculan kembali supernova Athena, yang pertama kali ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb pada 2025.
Athena berada di balik gugus galaksi MACS J0417. Gugus ini bertindak sebagai lensa gravitasi, membelokkan dan memperbesar cahaya dari objek-objek jauh di belakangnya. Kondisi ini membuat cahaya ledakan bintang dapat tiba di Bumi melalui beberapa jalur berbeda, sehingga fenomena ledakan yang sama dapat terlihat berulang kali dengan jeda bulan hingga tahun.
Tujuan ilmiah dan manfaat data
Para peneliti akan memanfaatkan momen kemunculan kembali Athena untuk memetakan distribusi massa dalam gugus MACS J0417. Pemetaan ini penting untuk memperbaiki model lensa gravitasi dan mengurangi ketidakpastian dalam pengukuran Konstanta Hubble.
Data dari Hubble juga melengkapi observasi Teleskop James Webb dan Teleskop Roman. Hubble unggul di panjang gelombang ultraviolet dan cahaya tampak, sehingga memberikan informasi yang berbeda namun saling melengkapi terhadap teleskop yang lebih baru.
Produktivitas dan permintaan pengamatan
Meski telah beroperasi lebih dari tiga dekade, Hubble tetap menjadi instrumen kunci dalam astronomi. NASA mencatat permintaan waktu observasi dari komunitas astronom sekitar tujuh kali lebih banyak dibanding kapasitas waktu yang tersedia tiap tahun. Hal ini menunjukkan produktivitas dan relevansi Hubble masih tinggi.
Implikasi dan langkah ke depan
Kemunculan kembali Athena memberikan peluang langka untuk menguji model fisika lensa gravitasi dan mempersempit nilai Konstanta Hubble. Pengamatan berkelanjutan hingga awal Maret 2027 akan menjadi data penting bagi tim sains yang menggabungkan hasil Hubble, James Webb, dan Roman.
Dengan tonggak 200.000 orbit ini, Hubble menegaskan peran jangka panjangnya dalam upaya memahami struktur dan evolusi alam semesta.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Letusan Anak Krakatau Tambah 32,8 Ha Daratan di Selat Sunda
Letusan 4–6 Sept menambah sekitar 32,8 ha daratan Anak Krakatau; dua bongkahan kecil terdeteksi dan publik d...
Es Kutub Hilang 12,5 Triliun Ton dalam 50 Tahun
Greenland dan Antarktika kehilangan 12,5 triliun ton es sejak 1970-an hingga 2023, berkontribusi lebih dari...
ProtoArc Indonesia Pamer Solusi Workspace Ergonomis di CIEIE 2026
ProtoArc Indonesia tampil di CIEIE 2026 (3–5 Sept) dengan solusi workspace ergonomis dan aksesori komputer u...
Perusahaan Butuh Infrastruktur Data Real-time untuk Skalakan AI
CloudMile dan Aerospike dorong infrastruktur data real-time sebagai fondasi agar adopsi AI perusahaan bisa m...
INET Pimpin Konsorsium Bangun Kabel Bawah Laut 6.870 km hingga 2028
INET pimpin konsorsium bangun kabel bawah laut 6.870 km menghubungkan 14 titik pendaratan, siap layanan akhi...
Crew-13 Targetkan Peluncuran 1 Oktober 2026 ke ISS
NASA dan SpaceX menargetkan peluncuran Crew-13 pada 1 Oktober 2026; empat awak, termasuk komandan Jessica Wa...