Gregoria Mundur dari Pelatnas PBSI karena Vertigo
Gregoria Mariska Tunjung memutuskan mundur dari Pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada Jumat, 15 Mei 2026. Keputusan diambil karena gangguan kesehatan berupa vertigo yang belum pulih sepenuhnya. Pengumuman itu disampaikan kepada jajaran pelatih dan pengurus PBSI.
Keputusan dan alasan mundur
PBSI menyatakan Gregoria masih dalam proses pemulihan dari vertigo dan belum siap kembali bertanding dalam waktu dekat. Organisasi menghormati keputusan atlet tunggal putri tersebut yang mempertimbangkan kondisi fisik dan kesiapan mental. Gregoria juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih dan pengurus atas dukungan selama di pelatnas.
Kronologi gangguan kesehatan
Gregoria sempat absen di beberapa turnamen internasional sejak Maret 2026 karena vertigo berulang. Menurut penjelasan atlet, serangan datang tiba-tiba dan berlangsung lama sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala yang dialami termasuk muntah dan kehilangan keseimbangan.
Setiap serangan berlangsung hingga lima jam dengan muntah dan kehilangan keseimbangan. Kondisinya datang tiba-tiba dan sulit diprediksi.
Respons PBSI dan apresiasi pelatih
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PBSI, Eng Hian, memberi apresiasi atas dedikasi Gregoria selama membela Indonesia. Menurutnya, kontribusi Gregoria penting bagi prestasi tim nasional dan menjadi panutan bagi atlet muda. PBSI juga mendoakan kesembuhan dan kelancaran masa depan Gregoria di luar lapangan.
Gregoria memberikan banyak kebanggaan bagi Indonesia di level internasional. Semangat juangnya menjadi inspirasi atlet muda Indonesia.
Dampak bagi karier dan langkah ke depan
Mundur dari pelatnas artinya Gregoria akan menata kembali program pemulihan dan aktivitas di luar struktur PBSI. Keputusan ini memberi ruang bagi pemulihan tanpa tekanan jadwal pertandingan nasional maupun internasional. PBSI berharap Gregoria dapat pulih dan melanjutkan kariernya, baik di lapangan maupun di peran lain dalam dunia bulutangkis.
Catatan tambahan
- Keputusan diumumkan secara resmi pada 15 Mei 2026.
- Gangguan vertigo mulai muncul sejak Maret 2026.
- PBSI menghormati dan mendukung proses pemulihan atlet.
Pembicaraan soal status kompetisi Gregoria ke depan akan bergantung pada perkembangan kesehatan dan rekomendasi tim medis. Saat ini fokus utama adalah pemulihan dan kesejahteraan atlet.
Berita Terkait
Devin/Faathir Tersingkir di 32 Besar Australia Open 2026
Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir tersingkir di 32 besar Australia Open 2026 usai kalah 17-21, 21-11, 13-21 da...
Ole Romeny Diprediksi Jadi Penentu Kemenangan Timnas vs Mozambik
Ole Romeny diprediksi jadi penentu saat Timnas Indonesia hadapi Mozambik di SUGBK, 9 Juni 2026; performa dan...
Susunan Pemain Indonesia vs Mozambik: Marselino Kembali
Marselino Ferdinan kembali jadi starter saat Indonesia menjamu Mozambik di GBK, 9 Juni 2026; Herdman menurun...
Rachel/Febi Melaju ke 16 Besar Australia Open 2026
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke 16 besar Australia Open 2026 usai menaklukkan Kim Yu Jung/L...
Pelupessy Bidik Kemenangan Kedua atas Mozambik di GBK
Joey Pelupessy membidik kemenangan kedua saat Timnas Indonesia menjamu Mozambik di GBK, 9 Juni 2026 pukul 20...
Jamarr Johnson Puji Atlet Tunarungu di Coaching Clinic Istiqlal
Jamarr Johnson memuji semangat atlet tunarungu saat coaching clinic dan pertandingan persahabatan di lapanga...