Efek Veda Ega: Gairah Balap Anak Muda Meningkat
Fadillah Arbi Aditama menilai gairah balap di kalangan anak muda Indonesia meningkat setelah prestasi Veda Ega Pratama di Moto3. Pernyataan itu disampaikan Arbi pada Minggu, 24 Mei 2026, di Sirkuit Peusar, Tasikmalaya, saat menyaksikan gelaran regional dan latihan pembalap muda.
Prestasi Veda Ega sebagai pemicu
Arbi, pembalap lulusan Astra Honda Racing School (AHRS), mengatakan keberhasilan Veda Ega memberi efek motivasi kuat bagi talenta muda. Menurutnya, sorotan internasional terhadap pembalap Indonesia membuat banyak pemula ingin menapaki jalur balapan secara serius.
"Ditambah lagi efek dari Veda Ega di Moto3 tahun ini, saya ikut senang melihatnya,"
Ia menambahkan bahwa contoh pembalap yang berhasil menembus level atas memudahkan anak muda untuk membayangkan karier profesional di dunia balap.
Pusat latihan Jogja dan peran AHDC
Arbi menyebut Yogyakarta kini menjadi salah satu pusat latihan bagi banyak pembalap muda. Keberadaan fasilitas dan komunitas latihan di sana memicu perkembangan kemampuan sejak usia dini.
"Apalagi saya tinggal di Jogja, hampir semua pembalap sekarang rata-rata latihan di sana, mulai dari yang muda sampai pembalap-pembalap kecil yang potensinya berkembang dengan baik,"
Selain itu, Arbi memberi perhatian khusus pada Astra Honda Dream Cup (AHDC). Turnamen daerah seperti AHDC dinilai penting untuk memberi pengalaman lomba dan menjaga alur regenerasi pembalap nasional.
"Kemarin saat pertama datang ke sini, saya sempat kangen karena dulu sering ikut ajang AHDC ini,"
Dampak jangka panjang dan tantangan
Menurut Arbi, efek positif saat ini harus disertai pembinaan berkelanjutan. Kompetisi lokal, pelatih berkualitas, dan dukungan fasilitas menjadi kunci agar antusiasme tidak berhenti di level gairah semata.
Jika program pembinaan diperkuat, peluang munculnya lebih banyak pembalap kompetitif di kancah internasional akan meningkat. Arbi menilai bahwa momentum yang tercipta bisa dimanfaatkan untuk memperluas jaringan latihan dan sponsor di tingkat regional.
Kesimpulannya, prestasi pembalap Indonesia di level dunia, seperti Veda Ega di Moto3, berperan sebagai katalisator. Namun, agar gairah ini berbuah prestasi, perlu dukungan sistemik dari ajang pembinaan daerah, pusat latihan, dan pembinaan berkelanjutan.
Berita Terkait
5 Tips Aman dan Irit Berkendara Motor Listrik Honda
WMS memberi 5 tips agar motor listrik Honda lebih awet dan irit, termasuk penggunaan gas bertahap dan menjag...
Harga iCar V23 Rp389.9 Juta, Servis & Suku Cadang Gratis 5 Tahun
iCar V23 resmi dijual mulai Rp389.9 juta di Indonesia, tersedia tiga varian dan mendapat servis serta suku c...
AHDC 2026 di Tasikmalaya: 2 Rider AHRT Berbagi Ilmu di SMKN 4
Dua rider AHRT dan tim AHM-DAM menggelar AHDC Goes to School di SMKN 4 Tasikmalaya, 23 Mei 2026, dengan eduk...
PEVS 2026 Hadirkan Teknologi dan Tren Kendaraan Listrik
PEVS 2026 digelar 29 Okt–1 Nov di JIExpo Kemayoran untuk menampilkan teknologi kendaraan listrik dan mendoro...
BYD Haka Kebon Jeruk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
BYD Haka Kebon Jeruk memperkuat dukungan ekosistem kendaraan listrik di Jakarta Barat lewat fasilitas 3S, SP...
TEFA Astra Honda Buka Jalan Pelajar Riau Naik Kelas dan Siap Kerja
Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau resmi beroperasi, menyiapkan pelajar Riau siap kerja dan memperluas layanan...